Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan pemantauan hilal di Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (16/2/2026) sekira pukul 16.00 Wita.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Kaltim Abdul Khaliq mengatakan, rukyatul hilal kali ini dilakukan bersama Kemenag PPU. Rukyatul hilal merupakan kegiatan observasi untuk mendeteksi kemunculan bulan sabit pertama sebagai penanda awal bulan baru dalam kalender Hijriah.
“Kemungkinan besar lokasi kegiatan berada di Rusun ASN 1, karena di tempat tersebut posisinya cukup tinggi sehingga mendukung untuk pengamatan hilal,” ujarnya saat diwawancarai melalui seluler, Senin (16/2/2026).
Ia menyebut, untuk pemantauan hilal pada prinsipnya ditetapkan di seluruh kabupaten dan kota. Seperti di Samarinda, yang kemungkinan akan dilakukan di Masjid Baitul Muttaqien, Islamic Center Kaltim.
“Sementara untuk daerah lain, saya belum menerima informasi berupa laporan secara detail,” tambahnya.
Nantinya, seluruh hasil pemantauan akan dilaporkan ke Jakarta, dan keputusan mengenai awal puasa akan ditetapkan oleh pemerintah pusat atau berdasarkan kesepakatan MABIMS.
Adapun ketetapan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) dalam penentuan awal puasa menetapkan kriteria visibilitas hilal, yaitu posisi hilal minimal setinggi 3 derajat dan elongasi (jarak sudut bulan-matahari) minimal 6,4 derajat.
“Apabila hilal tidak terlihat maka bulan Sya’ban atau bulan sebelum Ramadan dalam kalender Hijriah, akan digenapkan menjadi 30 hari,” ujarnya.
Baca Juga
Ia pun menjabarkan, bila hilal sudah berada di atas 3 derajat, maka puasa akan dilakukan pada Rabu (17/2/2026). Sebaliknya, jika hilal belum berada di atas nilai ini, awal puasa ditetapkan pada Kamis (18/2/2026).
Pemantauan hilal ini juga melibatkan Majelis Ulama Indonesia, serta BMKG yang turut dilibatkan untuk melakukan pengukuran secara astronomis.
“Kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur, kami juga mengimbau untuk saling menghormati, khususnya kepada saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah puasa,” tutupnya. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari