Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah menyiapkan pengembangan terminal multipurpose atau terminal bongkar muat kargo. Sebagai upaya memindahkan aktivitas kepelabuhanan dari kawasan Jalan Yos Sudarso ke Palaran. Fasilitas ini dirancang untuk melayani kapal berukuran besar sekaligus menunjang kegiatan logistik kota.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan sejumlah alternatif lokasi di Palaran telah disusun, dan saat ini masih dalam tahap kajian teknis lanjutan.
Manalu menjelaskan, terminal tersebut membutuhkan lahan cukup luas, sekitar 30 hingga 50 hektare. Selain itu, panjang bibir sungai yang diperlukan diperkirakan mencapai 300 sampai 450 meter, agar dapat disandari kapal bertonase besar.
“Terminal ini memang disiapkan untuk kapal besar, sehingga potensi ekonominya cukup besar bagi daerah,” kata Manalu.
Ia menambahkan, perencanaan tidak hanya fokus pada lokasi dermaga, tetapi juga akses jalan menuju kawasan pelabuhan. Jalur distribusi harus mampu dilalui kendaraan berat seperti truk gandeng, tanpa menimbulkan dampak signifikan bagi permukiman warga.
Kawasan terminal juga akan dilengkapi fasilitas pendukung, mulai dari pergudangan, area penumpukan kontainer, hingga layanan jasa kepelabuhanan lainnya.
Terminal multipurpose direncanakan melayani berbagai jenis kapal, mulai dari kapal barang, kapal tangki, hingga pengangkut material. Sementara untuk angkutan penumpang, tetap dipusatkan di Palaran dan terintegrasi dengan terminal peti kemas (TPK) yang telah beroperasi.
Terkait pembiayaan, pemkot membuka opsi kerja sama dengan pihak swasta. Skema tersebut memungkinkan pemerintah fokus pada penyediaan infrastruktur dasar, sementara investor dan operator menangani pengelolaan pelabuhan.
Baca Juga
Meski dipastikan berada di kawasan Palaran, Manalu menyebut titik lokasi akhir masih menunggu hasil kajian. Salah satu opsi yang dikaji adalah pembangunan jeti menjorok ke sungai, dengan mempertimbangkan keselamatan alur pelayaran.
“Semua opsi masih dikaji. Nanti akan dipilih yang paling aman dan efisien,” pungkasnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari