3.500 Guru Hadiri Hari Guru, Pemkab PPU Pastikan Insentif Tetap Cair

Di hadapan ribuan guru yang memadati peringatan Hari Guru Nasional, Wakil Bupati Abdul Waris Muin memastikan insentif tenaga pendidik di PPU tidak akan dipangkas. Pemkab menegaskan komitmen penuh terhadap kesejahteraan guru, baik negeri maupun swasta.
Fajri
By
2k Views

Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan insentif bagi tenaga pendidik, khususnya guru honorer. Hal ini disampaikan Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, usai menghadiri peringatan Hari Guru Nasional yang diikuti sekitar 3.500 guru se-PPU, Selasa (02/12/2025).

Waris menegaskan bahwa meski daerah tengah menerapkan kebijakan efisiensi, peningkatan kesejahteraan guru tetap menjadi prioritas. Menurutnya, guru adalah pondasi utama pembangunan sumber daya manusia di daerah.

“Guru tidak boleh diabaikan. Mau besar atau kecil, insentif harus tetap diperhatikan,” ujarnya.

Ia memastikan insentif bagi guru honorer di PPU masih berjalan sebagaimana mestinya. Waris juga menilai bahwa perhatian terhadap guru seharusnya jauh lebih besar, mengingat pengabdian mereka yang panjang. Ia menyinggung sejumlah guru purna tugas yang telah mengajar lebih dari 40 tahun tanpa peningkatan kesejahteraan yang memadai.

- Advertisement -
Ad image

“Bayangkan empat dekade mengajar, gajinya ya begitu saja. Itu sebabnya guru harus kita jaga,” katanya.

Tidak hanya guru honorer, pemerintah daerah juga menaikkan insentif bagi guru TPA, kader Posyandu, dan marbot masjid. Langkah ini disebut bagian dari komitmen Pemkab PPU meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bekerja di sektor layanan dasar.

“Semua kita naikkan. Mereka ini tulang punggung pelayanan di tingkat bawah,” jelasnya.

Menanggapi usulan penyetaraan dukungan antara guru negeri dan swasta, Waris menyebut Pemkab PPU pada prinsipnya tidak membedakan layanan kepada tenaga pendidik selama anggaran memungkinkan. Ia membuka ruang dialog lanjutan terkait hal tersebut.

Waris turut menyinggung arah kebijakan nasional, termasuk rencana perubahan mekanisme sertifikasi yang kemungkinan akan ditarik ke pemerintah pusat, serta program digitalisasi pendidikan seperti penyediaan smart board di berbagai daerah. Ia memastikan Pemkab PPU akan terus mendukung pelaksanaan kegiatan pendidikan, baik melalui fasilitasi maupun bantuan operasional.

“Kalau ada kegiatan guru, sampaikan ke saya. Kita bantu semampunya. Guru adalah prioritas,” tegasnya. (*)

Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }