Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara — Wahyuni (38), warga Desa Girimukti, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mengaku bersyukur setelah menerima bantuan pendidikan melalui program Kartu Penajam Cerdas (KPC). Bantuan tersebut diterimanya di tengah kondisi sulit, saat anaknya masih menjalani pengobatan akibat kecelakaan.
Anaknya, Muhammad Ryan, merupakan siswa kelas 1 SMP yang hingga kini belum dapat bersekolah karena masih dalam proses pemulihan. Wahyuni menyebut, kondisi tersebut membuat keluarga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perawatan.
“Dalam keadaan anak saya kecelakaan dan masih sakit, alhamdulillah sudah mendapatkan bantuan kesiswaan. Saya bersyukur sebagai orang tua, karena selama ini tidak pernah dapat, sekarang alhamdulillah dapat,” ujarnya.
Muhammad Ryan tercatat sebagai siswa kelas 1 SMP di SMP 1 Al Muzzamil yang berlokasi di wilayah Pemaluan, Itci. Wahyuni menjelaskan, bantuan Kartu Penajam Cerdas diterima dalam bentuk kartu, sehingga ia belum mengetahui secara pasti jumlah dana yang masuk ke rekening anaknya.
“Kami datang dari jam delapan pagi, anak saya ikut. Dananya langsung di kartu,” katanya.
Meski pada peruntukannya bantuan tersebut digunakan untuk kebutuhan pendidikan, Wahyuni mengaku dalam kondisi saat ini akan memprioritaskan dana tersebut untuk kebutuhan mendesak anaknya yang masih sakit.
“Saya mau pakai buat beli pampers dan susu untuk dia,” ucapnya.
Ia menambahkan, saat ini anaknya belum dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar karena fokus pada pemulihan kesehatan.
“Memang bantuan ini untuk sekolah, tapi dalam keadaan anak saya masih sakit, bagaimana mau sekolah. Nanti kalau sudah sembuh, baru sekolah lagi,” tuturnya.
Dalam proses penerimaan bantuan, Wahyuni menyebut seluruh persyaratan administrasi telah ia lengkapi, mulai dari KTP, Kartu Keluarga, hingga akta kelahiran. Menurutnya, kehadiran Kartu Penajam Cerdas sangat membantu dan meringankan beban keluarga, terutama di situasi darurat yang sedang ia alami.
“Kalau tanggapan saya tentang KPC, ya sangat meringankan,” jelasnya. (*)
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id
