Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara – Kepala ASDP Penajam Paser Utara (PPU), Heru Susanto, menyebut arus mudik Lebaran melalui jalur penyeberangan feri di wilayah PPU hingga saat ini belum menunjukkan lonjakan signifikan, dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi oleh beroperasinya Jembatan Pulau Balang dalam dua tahun terakhir, yang turut mengalihkan sebagian arus kendaraan dari jalur penyeberangan.
“Kalau dibandingkan tahun sebelumnya, sekarang ini memang belum terlihat peningkatan signifikan. Salah satunya karena sudah ada Jembatan Pulau Balang yang beroperasi,” tuturnya.
Ia menjelaskan, pada periode sebelum adanya akses tersebut, kepadatan kendaraan saat mendekati Lebaran umumnya sudah terlihat sejak H-7, terutama dari arah Kariangau menuju Penajam.
“Dulu sudah mulai padat dari Kariangau, antrean kendaraan cukup panjang. Sekarang kondisinya lebih tersebar,” jelasnya.
Baca Juga
Heru menambahkan, meski belum terjadi lonjakan besar, pergerakan penumpang dan kendaraan tetap ada setiap hari. Peningkatan diperkirakan baru akan terjadi mendekati hari puncak mudik.
“Belum signifikan, tapi tetap ada pergerakan. Biasanya puncaknya mendekati H-4 atau H-3 Lebaran,” katanya.
Ia juga menyinggung, waktu mudik masyarakat kini cenderung lebih variatif, terutama dipengaruhi kebijakan masing-masing perusahaan yang memberikan jadwal libur berbeda-beda.
“Sekarang jadwal mudik lebih menyebar, ada yang sudah berangkat lebih awal, ada juga yang mendekati hari H. Jadi tidak menumpuk seperti dulu,” ungkapnya.
Adapun mayoritas pengguna jasa penyeberangan dari PPU disebut berasal dari masyarakat yang menuju wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Sementara untuk tujuan Kalimantan Barat, jalur ini tidak menjadi rute utama.
Meski kondisi masih relatif landai, pihak ASDP memastikan tetap melakukan pemantauan dan kesiapan layanan guna mengantisipasi potensi lonjakan arus dalam beberapa hari ke depan.
“Kami tetap siaga dan memantau perkembangan di lapangan agar pelayanan penyeberangan tetap berjalan lancar,” pungkasnya. (*)
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Devi Nila Sari
