Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara – Sekitar sepekan setelah peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waru, puluhan siswa dilaporkan mengalami dugaan keracunan makanan, Rabu (11/2/2026).
Sebanyak 25 siswa, mulai dari jenjang SD hingga SMA, dilarikan ke Puskesmas Waru setelah diduga mengonsumsi puding dan sayur asem dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pantauan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Waru, sejumlah pihak terlihat berada di lokasi, di antaranya Wakil Bupati Penajam Paser Utara Abdul Waris Muin, anggota DPRD, orang tua siswa, serta perwakilan sekolah yang turut menangani para siswa.
Salah satu orang tua siswa, Sumarno (40), yang bekerja sebagai buruh kebun, terlihat panik saat mencari keberadaan anaknya yang duduk di bangku kelas 3 SDN 008 Waru.
“Iya tadi dikabari, lalu ya katanya habis makan puding,” ungkapnya.
Baca Juga
Ia menyampaikan, anaknya mengalami gejala mual dan muntah sehingga langsung dibawa ke Puskesmas. Saat ini, kondisi anaknya telah membaik dan diperbolehkan pulang.
“Katanya kalau ada apa-apa bisa kembali lagi,” terangnya.
Namun, Sumarno mengaku belum ada pihak SPPG yang melakukan pendataan maupun menghubunginya terkait kondisi anaknya.
Baca Juga
“Nggak ada, nggak ada yang data,” tegasnya.
Terkait program MBG, Sumarno menyatakan penolakannya jika program tersebut dinilai merugikan siswa.
“Tolak, tolak aja,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, dari 25 siswa yang terdampak, satu orang merupakan siswa SMA. Sementara sisanya merupakan siswa SD kelas 3, 5, dan 6.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Waru belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keracunan tersebut. (*)
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id