Kaltim.akurasi.id, Balikpapan — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mempercepat penataan struktur birokrasi melalui uji kompetensi dan evaluasi kinerja Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pratama. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Novotel Balikpapan pada Jumat (5/12/2025) itu dibuka langsung oleh Bupati PPU, Mudyat Noor. Restrukturisasi ditargetkan tuntas sebelum akhir tahun.
Mudyat menegaskan bahwa uji kompetensi bukan sekadar pemenuhan regulasi, tetapi langkah strategis untuk memastikan seluruh pejabat tinggi daerah memiliki kapasitas memadai dalam menghadapi tantangan pembangunan, terutama dengan posisi PPU yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia menyebut PPT Pratama sebagai motor penggerak OPD, sehingga peningkatan kualitas dan integritas pimpinan menjadi kebutuhan mendesak.
Ia menekankan evaluasi ini merupakan bagian dari penerapan sistem merit dalam manajemen ASN. Setiap keputusan rotasi, mutasi, dan promosi jabatan nantinya berbasis pada kualifikasi, kompetensi, dan capaian kinerja, bukan faktor subjektif.
“Yang bisa bekerja, peluangnya besar. Kalau tidak bisa bekerja, ya mohon maaf, harus menepi dulu,” tegasnya.
Mudyat juga mengonfirmasi bahwa seluruh pejabat eselon II mengikuti proses evaluasi tersebut, dan tidak menutup kemungkinan diperluas hingga tingkat eselon III. Langkah ini dilakukan untuk memetakan potensi aparatur secara menyeluruh agar penempatan pejabat lebih tepat dan efektif. Ia memastikan ketersediaan SDM di PPU cukup untuk melakukan penyegaran organisasi, meski sejumlah posisi masih dijabat pelaksana tugas (PLT).
Target penyelesaian restrukturisasi berada pada akhir 2025 atau paling lambat awal Januari 2026. Penataan ini harus rampung sebelum APBD tahun berjalan berlangsung penuh, sehingga tiap OPD dapat menjalankan program dan tanggung jawabnya dengan optimal.
“Kita ingin melihat potensi mereka satu per satu. Kita ingin melahirkan pimpinan yang benar-benar mampu berinovasi,” ujarnya. (*)
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id
