Efisiensi, Digitalisasi, dan Ekonomi Lokal Jadi Nafas Baru Desa di PPU

Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab Penajam Paser Utara merombak strategi pembangunan desa 2026 dengan menitikberatkan pada penguatan ekonomi lokal, pemangkasan biaya infrastruktur, dan digitalisasi data desa.
Fajri
By
1.4k Views

Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menetapkan arah pembangunan desa dan kelurahan pada 2026 dengan menitikberatkan pada penguatan potensi ekonomi lokal, efisiensi anggaran, dan digitalisasi tata kelola pemerintahan desa.

Bupati PPU, Mudyat Noor, menegaskan setiap desa harus berangkat dari potensi unggulan yang telah dimiliki. Menurutnya, pembangunan desa tidak boleh lagi dilakukan secara seragam, melainkan disesuaikan dengan karakter dan kekuatan masing-masing wilayah.

“Yang pertama, kita fokus pada potensi desa. Kalau unggul di pertanian, maka pertaniannya yang dikuatkan. Kalau perikanan, kembangkan perikanannya,” ujar Mudyat.

Ia menjelaskan, pengelolaan potensi desa akan diarahkan pada pendekatan bisnis yang berkelanjutan. Beberapa sektor yang dinilai memiliki peluang ekonomi besar antara lain layanan air bersih melalui program Pamsimas serta pengelolaan sampah, yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan desa.

- Advertisement -
Ad image

Selain penguatan ekonomi, Pemkab PPU juga mendorong efisiensi dalam pembangunan infrastruktur desa, salah satunya melalui program desa terang. Dengan pola swakelola, biaya pemasangan lampu jalan dapat ditekan signifikan.

“Kalau swakelola, satu titik lampu bisa sekitar Rp3 juta. Dulu lewat proyek bisa sampai Rp30 juta. Artinya, dengan anggaran yang sama, jumlah lampu yang terpasang bisa jauh lebih banyak,” jelasnya.

Ia mencontohkan, sebuah desa yang membutuhkan 100 lampu cukup mengalokasikan sekitar Rp300 juta. Dengan pola lama, anggaran sebesar itu hanya mampu memasang sekitar 30 titik lampu.

Mudyat menekankan bahwa efisiensi anggaran harus dibarengi dengan kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat agar pelayanan publik tetap optimal. Selain itu, 2026 juga ditargetkan menjadi momentum penguatan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui digitalisasi.

Pemkab PPU tengah menyiapkan sistem desa digital untuk memetakan potensi wilayah, data usaha, serta aktivitas ekonomi desa secara terpadu.

“Kita ingin seluruh desa dan kelurahan menjadi digital. Ketika datanya muncul, kita bisa langsung melihat potensi apa yang harus dikembangkan agar ekonomi desa meningkat,” tuturnya.

Ia menilai, selama ini banyak program desa tidak berjalan maksimal karena tidak terintegrasi dan berjalan sendiri-sendiri antarinstansi maupun antarwilayah.

“Satu bikin program, yang lain juga bikin sendiri-sendiri. Akhirnya tidak pernah tuntas dan tidak ada yang benar-benar berhasil. Ini yang akan kita tertibkan,” tegasnya.

Sebagai bagian dari transformasi digital tersebut, Pemerintah Desa dan Kelurahan se-PPU akan bekerja sama dengan PT Inakaz Citraniaga Internasional melalui produk digitalisasi Desapedia, yang direncanakan mulai berjalan pada 2026. (*)

Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }