Jelang Ramadan, Pemerintah Wanti-Wanti Penjualan Minyak Subsidi dan LPG 3 Kg di PPU

Distribusi minyak goreng subsidi dan LPG 3 kilogram menjadi perhatian serius pemerintah daerah menjelang Ramadan. DKUKM PPU memperketat pengawasan sekaligus menyiapkan operasi pasar murah guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang bagi masyarakat.
Fajri
By
2.1k Views

Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Penajam Paser Utara memperketat pengawasan terhadap distribusi barang bersubsidi, khususnya minyak goreng subsidi dan LPG 3 kilogram menjelang Ramadan hingga Lebaran.

Kepala Bidang Perdagangan DKUKM PPU, Marlina, menegaskan bahwa minyak goreng subsidi “Minyak Kita” tidak boleh dijual melebihi harga eceran tertinggi (HET) karena merupakan program subsidi pemerintah.

“Minyak Kita ini distribusinya satu pintu melalui Perum Bulog. Pedagang sudah memahami bahwa tidak boleh menjual di atas HET,” ujarnya.

Menurut Marlina, pengawasan terhadap distribusi minyak subsidi dilakukan secara rutin, bahkan sebelum adanya pengawasan dari Satgas Saber. Selain itu, DKUKM juga terus mengedukasi pedagang dan konsumen terkait variasi pilihan merek minyak goreng yang beredar di pasaran.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 48 merek minyak goreng yang beredar di wilayah Penajam Paser Utara. Masyarakat pun bebas memilih sesuai kemampuan, mulai dari minyak subsidi hingga produk premium.

“Terkait LPG 3 kilogram, pengawasan kami hanya sampai di tingkat pangkalan. Harga LPG di pangkalan sudah ditetapkan sesuai HET di masing-masing kecamatan dan tidak boleh dijual di atas ketentuan,” jelasnya.

Marlina menambahkan, apabila masyarakat memperoleh LPG dengan harga di atas HET, biasanya transaksi tersebut terjadi di tingkat pengecer yang berada di luar pengawasan langsung DKUKM. Meski demikian, pembinaan terhadap pangkalan tetap dilakukan secara berkala.

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan menjelang hari besar keagamaan, DKUKM PPU juga menyiapkan operasi pasar murah yang akan digelar bersamaan dengan kegiatan Safari Ramadan.

“Kami akan menggelar operasi pasar di empat titik yang mewakili setiap kecamatan. Harga jual nantinya akan berada di bawah harga pasar,” ungkapnya.

Operasi pasar tersebut melibatkan distributor lokal, toko modern, serta distributor luar daerah. Kegiatan ini juga didukung oleh Bank Indonesia dan Bank Kaltimtara melalui program belanja berhadiah serta fasilitas pembayaran non-tunai.

“Monitoring tidak berhenti sampai di sini. Pengawasan dan edukasi akan terus dilakukan hingga Lebaran,” jelas Marlina. (*)

Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }