Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara — Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKM Perindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar operasi pasar sembako di sejumlah titik hingga Jumat pekan ini. Program ini digencarkan untuk meredam lonjakan harga bahan pokok sekaligus menjaga stabilitas inflasi daerah.
Kabid Perdagangan DKUKM Perindag PPU, Marlina, menyampaikan bahwa operasi pasar telah dilaksanakan di beberapa wilayah, termasuk Gunung Steleng, Bangun Mulyo, dan Bangun Laut. Ia menyebutkan, intensitas kegiatan ditingkatkan pada Desember karena kebutuhan masyarakat biasanya meningkat menjelang Natal.
“Bulan 12 kebutuhan masyarakat naik, terutama menjelang Natal. Makanya kami lakukan operasi pasar sembako. Sehari dua titik sampai hari Jumat,” ujarnya.
Sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan harga, terutama bawang merah dan cabai. Adapun harga beras mulai menunjukkan penurunan setelah adanya sidak bersama Satgas Pangan.
“Untuk beras sudah turun. Kami juga sosialisasikan ketersediaan beras SPHP di toko, pedagang pasar, dan distributor,” lanjut Marlina.
Untuk menekan harga bawang, DKUKM Perindag mendatangkan pasokan dari Perusda Samarinda. Sementara komoditas cabai tidak didatangkan dari luar daerah demi menjaga kesegarannya. Pihaknya mendorong pedagang berkoordinasi langsung dengan petani lokal agar suplai tetap terjaga selama momentum Natal.
“Harga normal bawang biasanya Rp 32 ribu, sekarang tembus Rp 40 ribu di pasar. Di operasi pasar kami jual Rp 38 ribu untuk bawang putih dan bawang merah,” jelasnya.
Terkait kebutuhan daging untuk perayaan umat Kristiani, Marlina menyampaikan bahwa DKUKM Perindag telah berkoordinasi dengan Perusda Samarinda. Saat ini proses pemesanan masih berjalan guna memastikan ketersediaan daging pada Desember.
Baca Juga
“Saat ini baru tahap pemesanan. Mudah-mudahan Desember sudah bisa terakomodir. Kami hanya memantau harga, sementara kebutuhan tahunan itu kewenangan bidang peternakan di Dinas Pertanian,” jelasnya. (*)
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id