Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara — Sekretaris Daerah (Sekda) Penajam Paser Utara (PPU), Tohar, memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat untuk memperluas layanan bagi siswa di daerah. Tahun ini, pemerintah menargetkan program tersebut menjangkau sekitar 10 ribu siswa di seluruh wilayah PPU.
Tohar menyampaikan hal tersebut saat meninjau sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan sekolah penerima manfaat, Rabu (26/11/2025). Ia menekankan bahwa agenda itu bukan inspeksi mendadak, melainkan bentuk pengawasan langsung guna memastikan layanan berjalan sesuai standar.
“Kami turun ke lapangan untuk memastikan MBG berjalan sebagaimana mestinya. Ini untuk meyakinkan bahwa layanan kepada anak-anak kita aman, nyaman, dan sesuai standar,” ujarnya.
Ia menilai pelaksanaan MBG merupakan kebijakan strategis yang selaras antara pusat dan daerah, sehingga pengawasan berlapis menjadi keharusan agar program tepat sasaran.
Dari hasil peninjauan di beberapa lokasi seperti SPPG Bumi Harapan, Tengin Baru, Penajam, Gunung Seteleng, hingga TK Al Banjari, ditemukan beberapa catatan teknis yang perlu ditingkatkan. Di antaranya terkait kesiapan perlengkapan makan dan penyesuaian porsi untuk siswa usia dini.
Meski begitu, Tohar memastikan catatan tersebut tidak mengganggu progres pelaksanaan program. Pemerintah daerah bahkan mulai memperluas kapasitas dengan membuka dapur SPPG baru.
“Saat ini telah beroperasi tambahan SPPG di Sepaku dengan kapasitas 7.527 porsi. Dalam 35 hari ke depan, SPPG satelit lainnya dijadwalkan menyusul untuk memperkuat suplai,” jelasnya.
Dengan semakin banyaknya fasilitas yang beroperasi, ia optimistis target layanan dapat tercapai hingga akhir tahun. Pemerintah menargetkan MBG mampu menjangkau sedikitnya 10 ribu siswa pada 2025, dan terus berkembang hingga total 35 ribu penerima manfaat ke depan.
Baca Juga
“Target layanan kita 35 ribu siswa pada tahapan berikutnya. Dengan capaian saat ini, kami optimistis seluruhnya dapat terlayani secara bertahap dan merata,” tegas Tohar. (*)
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id