Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur meminta mahasiswa penerima Beasiswa Gratispol memahami keterbatasan layanan administrasi, yang menyebabkan lambatnya respons terhadap berbagai keluhan.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Kaltim, Dasmiah, mengungkapkan bahwa saat ini admin layanan Gratispol hanya berjumlah sekitar 10 orang, sementara jumlah mahasiswa yang dilayani mencapai puluhan ribu, bahkan hingga 100 ribu mahasiswa se-Kaltim.
“Perlu dipahami, admin kita hanya sekitar 10 orang. Secara realistis, dalam sehari mereka hanya bisa melayani sekitar 100 orang,” kata dia.
Ia mengakui, adanya sejumlah keluhan terkait lambatnya respons admin, termasuk yang terlihat langsung di kolom komentar media sosial akun resmi Gratispol. Keluhan tersebut, kata dia, menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.
“Keluhan itu memang ada, dan saya sendiri melihatnya. Tapi semua pasti dijawab, hanya memang perlu waktu karena harus bergiliran,” jelasnya.
Baca Juga
Selain melayani pesan masuk yang jumlahnya sangat banyak melalui WhatsApp, para admin juga memiliki tugas penting lain, yakni melakukan proses verifikasi data yang membutuhkan ketelitian tinggi. Kondisi ini membuat sebagian admin baru bisa merespons pertanyaan mahasiswa pada malam hari.
Dasmiah pun mengimbau mahasiswa untuk bersabar dan lebih teliti saat mengisi data. Menurutnya, banyak kendala sebenarnya bisa dihindari jika mahasiswa membaca alur dan petunjuk pengisian secara menyeluruh.
“Budaya membaca ini penting. Kadang karena ingin cepat selesai, petunjuk tidak dibaca dengan teliti, akhirnya salah isi dan harus melibatkan admin,” tuturnya.
Baca Juga
Ia menegaskan, 10 admin Gratispol tersebut merupakan tenaga eksternal yang direkrut khusus untuk pelayanan, bukan berasal dari pegawai internal kesekretariatan yang jumlahnya juga terbatas.
“Sementara tim lain seperti TP2D (Tim Percepatan Pembangunan Daerah) maupun Gugus Tugas GTP2D (Percepatan Pembangunan Daerah) memiliki fungsi berbeda dan tidak bertugas sebagai admin layanan,” pungkasnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari