700 Pedagang Masih Menunggu, Pemkot Samarinda Belum Pastikan Pengisian Tahap II Pasar Pagi

Sebanyak sekitar 700 pedagang Pasar Pagi Samarinda hingga kini masih menunggu kepastian pengisian kios tahap II. Meski kuota telah disiapkan, Pemerintah Kota Samarinda belum menetapkan jadwal lantaran proses tahap I belum sepenuhnya rampung dan masih menunggu arahan Wali Kota.
Fajri
By
2.2k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda hingga kini belum menetapkan jadwal pengisian kios Pasar Pagi tahap II, meski kuota bagi sekitar 700 pedagang telah disiapkan. Sementara itu, proses pengisian tahap I masih berjalan dan belum sepenuhnya rampung.

Dari total 1.804 kios yang tersedia pada tahap I, baru 1.662 kios yang terisi. Adapun ratusan pedagang lainnya masih menunggu kepastian, khususnya mereka yang telah mengantongi Surat Keterangan Tempat Usaha Berjualan (SKTUB).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani, mengatakan penentuan waktu pengisian tahap II masih menunggu arahan dari Wali Kota Samarinda. Hingga saat ini, pihaknya belum melakukan pertemuan langsung dengan pimpinan daerah untuk membahas kelanjutan proses tersebut.

“Sampai hari ini saya belum bisa memastikan kapan tahap dua dimulai. Kami akan presentasi terlebih dahulu, setelah itu baru ada keputusan,” kata perempuan yang akrab disapa Yama itu.

Ia menjelaskan, pada tahap II nantinya Pemkot Samarinda berencana menampung sekitar 700 pedagang yang belum terakomodasi pada tahap pertama. Namun sebelum itu, diperlukan proses validasi data serta penyesuaian zonasi kios agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Selain itu, penjadwalan pengisian kios juga harus mempertimbangkan momentum Ramadan yang sebentar lagi berlangsung. Menurut Yama, bulan puasa menjadi periode penting bagi aktivitas dan perputaran ekonomi pedagang.

“Puasa itu ladang rezeki bagi pedagang. Itu juga akan kami sampaikan kepada Pak Wali,” ujarnya.

Yama menegaskan, Pemkot Samarinda berupaya agar proses pengisian kios dapat diselesaikan secepat mungkin. Bahkan, jika kondisi memungkinkan, pihaknya menargetkan penyelesaian dapat dilakukan dalam bulan ini.

“Harapan kami sama dengan pedagang. Tapi penyelesaiannya tidak bisa asal tetapkan lalu selesai. Jangan sampai menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan, kendala utama dalam pengisian tahap I berasal dari kualitas data awal yang belum tertata dengan baik. Kondisi tersebut menyebabkan perlunya koreksi sistem serta penyesuaian zonasi kios.

“Ada yang dari lantai tujuh kami turunkan, ada yang dari bawah kami naikkan. Ada yang salah blok dan salah zonasi, semua kami perbaiki,” jelasnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }