Alasan Pemkot Samarinda Sewa Mobil, Andi Harun: Anggaran Tidak Mencukupi untuk Beli

Wali Kota Samarinda Andi Harun memberikan penjelasan mengapa pihaknya memilih opsi sewa daripada membeli kendaraan operasional.
Devi Nila Sari
1.1k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyewa kendaraan operasional untuk tamu penting (VIP) senilai Rp160 juta per bulan disebut karena keterbatasan anggaran untuk membeli kendaraan baru.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun menjelaskan, opsi pembelian kendaraan sebenarnya pernah dipertimbangkan. Namun, kondisi keuangan daerah membuat pemerintah kota harus melakukan penyesuaian dalam pengelolaan belanja daerah.

“Saya juga ingin menjelaskan soal kebijakan penyewaan kendaraan. Ada yang bertanya mengapa tidak membeli saja. Sebenarnya persoalannya sederhana, karena kemampuan anggaran,” ujar Andi Harun.

Ia menegaskan, kendaraan yang disewa bukan merupakan kendaraan dinas pribadi kepala daerah. Penyewaan dilakukan untuk kendaraan tamu penting, serta kebutuhan operasional tertentu di lingkungan pemerintah kota.

- Advertisement -
Ad image

“Penyewaan tersebut memang dialokasikan untuk kendaraan tamu dan operasional tertentu. Bukan kendaraan dinas pribadi kepala daerah, karena kepala daerah sendiri sudah memiliki kendaraan dinas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Andi Harun mengatakan, kebijakan penyewaan kendaraan juga sudah diterapkan untuk kendaraan operasional di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Saat ini, sebanyak 59 lurah dan 10 camat di Kota Samarinda menggunakan kendaraan operasional dengan sistem sewa. Menurutnya, langkah ini diambil agar pemerintah tetap dapat menyediakan fasilitas operasional meski kemampuan anggaran terbatas.

“Saya beri contoh. Mobil lurah dan camat itu kami sewa. Ada 59 kelurahan dan 10 kecamatan yang semuanya menggunakan kendaraan sewa,” bebernya.

Ia menambahkan, sejak 2023 Pemkot Samarinda melakukan optimalisasi belanja daerah agar lebih banyak dialokasikan pada belanja modal yang berdampak langsung pada pelayanan publik.

Andi Harun mengilustrasikan, kondisi tersebut dengan perbandingan sederhana. Kebutuhan anggaran untuk membeli seluruh kendaraan operasional sekaligus sangat besar, sementara kemampuan keuangan daerah tidak memungkinkan untuk dipenuhi dalam satu waktu.

“Analogi sederhananya seperti orang menyewa rumah. Bukan berarti tidak ingin membeli rumah, tetapi karena kemampuan keuangan saat itu belum memungkinkan untuk membeli,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana