Kaltim.akurasi.id, Samarinda — Partai Gerindra Kalimantan Timur (Kaltim) memperkuat konsolidasi menjelang Pemilu 2029 setelah dua kepala daerah resmi bergabung sebagai kader baru. Mereka adalah Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman dan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor.
Ketua DPD Gerindra Kaltim, Seno Aji, mengatakan masuknya dua figur tersebut merupakan energi politik baru bagi mesin partai di daerah. Ia menilai momentum ini harus dibarengi dengan penguatan struktur serta pendidikan politik bagi kader untuk memantapkan kesiapan menuju kontestasi 2029.
“Kami menerima dengan baik kehadiran Pak Aulia dan Pak Mudiyat. Ini menjadi penguatan penting bagi Gerindra, khususnya dalam upaya menyiapkan kader dan memberikan pendidikan politik,” ujarnya.
Bergabungnya dua bupati aktif itu turut menandai pergeseran peta politik di Kaltim. Mudyat sebelumnya merupakan kader Partai NasDem, sementara Aulia berasal dari PDI Perjuangan. Dengan tambahan kekuatan politik di tingkat kepala daerah, Gerindra Kaltim diprediksi semakin kompetitif dalam menghadapi dinamika Pemilu lima tahun mendatang.
Seno Aji menegaskan, dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gerindra Kaltim, hanya Aulia Rahman dan Mudyat Noor yang resmi dinyatakan bergabung sebagai kader baru. Tokoh lain yang hadir dalam forum tersebut disebut hanya sebagai tamu undangan.
“Kami terus memperkuat struktur dan memperbanyak naturalisasi kader, namun tetap memberikan ruang utama bagi kader senior yang sejak awal membesarkan Gerindra,” tambahnya.
Rakerda turut menjadi ajang evaluasi dan pemetaan kekuatan organisasi. Seluruh DPC se-Kaltim menyampaikan perkembangan dan strategi pemenangan masing-masing wilayah, termasuk persiapan pencalegan yang dirancang lebih awal sebagai bagian dari strategi jangka panjang partai. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id
