Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Setelah hampir satu tahun rusak akibat ditabrak tongkang, fender atau pelindung pilar Jembatan Mahakam I Samarinda akhirnya mulai diperbaiki.
Insiden tersebut terjadi pada Minggu (16/2/2025) siang, saat sebuah tongkang bermuatan kayu menabrak bagian pelindung jembatan.
Perbaikan fender dan dolphin jembatan ini dilakukan oleh PT Mitra Tujuh Bersaudara (MTB) sebagai penyedia jasa. Sementara PT Naviri Muti Konstruksi (NMK) ditunjuk sebagai kontraktor pelaksana dan PT AWEfendi Geostruk Indonesia sebagai konsultan pengawas. Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp27,29 miliar.
Project Manager perbaikan dolphin dan fender Jembatan Mahakam I dari PT Naviri Muti Konstruksi, Dani Rosyandi, menjelaskan bahwa fender baru dirancang menggunakan 12 tiang pancang yang masing-masing ditanam hingga kedalaman 60 meter ke dasar Sungai Mahakam.
Fender yang dibangun memiliki diameter 8 meter, lebih besar dibandingkan fender sebelumnya yang hanya berdiameter 6 meter.
Baca Juga
“Untuk posisi dolphin yang kami bangun masih berada di titik yang sama seperti sebelumnya,” ujarnya saat diwawancarai awak media di Samarinda, Jumat (30/1/2026).
Ia mengungkapkan, proses pembangunan pelindung jembatan ini menghadapi sejumlah kendala teknis. Salah satu yang utama adalah kondisi pasang surut Sungai Mahakam, terutama saat air sedang surut karena debit arus menjadi lebih deras.
“Kendala itu sangat terasa ketika berpindah antar titik. Jarak antar titik sekitar 2,7 meter, dan saat ponton digeser mengikuti arah surut, kondisinya cukup sulit dikendalikan,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga menghadapi kendala berupa goyangan ponton serta keberadaan bangkai-bangkai material lama yang masih berada di bawah permukaan air.
Untuk menjaga keselamatan selama pekerjaan berlangsung, PT NMK terus berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Pelindo. Koordinasi dilakukan setiap kali alat berat berpindah posisi guna mengantisipasi potensi tabrakan dengan tongkang yang melintas.
“Pengerjaan ditargetkan berlangsung selama tiga bulan, terhitung mulai hari ini,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Pelaksana Teknik Satuan Kerja BBPJN Kalimantan Timur, Sri Widodo, menjelaskan bahwa keterlambatan perbaikan fender disebabkan karena proyek tersebut memerlukan perencanaan yang matang.
Mulai dari penyusunan desain, pelaksanaan kontrak, hingga koordinasi lintas instansi terkait.
“Alhamdulillah, hari ini proses pemancangan sudah bisa mulai dilaksanakan,” jelasnya. (*)
Baca Juga
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id