Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Setelah menuai kritik hingga menjadi sorotan nasional dalam sepekan terakhir, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, memutuskan membatalkan pembelian mobil dinas pimpinan senilai Rp8,5 miliar.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, mengatakan gubernur telah memerintahkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk mengembalikan kendaraan tersebut kepada penyedia.
Proses pengembalian disebut telah dilakukan sejak Jumat lalu. CV Afisera Samarinda selaku penyedia kendaraan telah menerima pemberitahuan resmi terkait pembatalan tersebut.
“Kendaraan tersebut saat ini berada di Badan Penghubung Kaltim di Jakarta. Belum digunakan untuk operasional dan belum menyentuh lantai Kaltim,” ujarnya, dikutip dari Antara, Minggu (1/2/2026).
Sebagai informasi, kendaraan yang sempat viral tersebut merupakan jenis Range Rover 3.0 LWB Autobiography PHEV P460e. Mobil itu telah diserahterimakan pada 20 November 2025 dan dianggarkan melalui APBD Tahun 2025.
Faisal menyebut, sebelum memutuskan pembatalan, gubernur telah berkonsultasi dengan sejumlah lembaga pengawas, antara lain Kementerian Dalam Negeri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Keputusan tersebut, lanjutnya, juga mempertimbangkan aspirasi serta kegelisahan yang disampaikan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kaltim.
Sebagai alternatif, Rudy Mas’ud disebut memilih kembali menggunakan kendaraan pribadinya untuk menunjang aktivitas kedinasan.
Baca Juga
“Beliau lebih mengutamakan integritas dan harmonisasi di tengah masyarakat. Menurutnya, itu lebih penting daripada fasilitas mewah,” kata Faisal.
Ia menambahkan, keputusan ini diambil berdasarkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) serta komitmen menjaga kepercayaan publik. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id
