Ekonomi Kreatif Tumbuh, Tapi Masih Terancam Timpang di Kaltim

Kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDRB Kaltim terus meningkat, namun pertumbuhannya belum merata. Pemprov didorong segera memperkuat kolaborasi antarwilayah agar sektor ini tidak hanya berkembang di kantong-kantong tertentu.
Fajri
By
2.8k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Di tengah upaya Kalimantan Timur melepaskan ketergantungan pada sektor ekstraktif, ekonomi kreatif mulai menunjukkan peran strategis sebagai penopang baru struktur ekonomi daerah. Data kontribusi ekonomi kreatif sepanjang 2024–2025 memperlihatkan tren pertumbuhan yang konsisten dan kian terintegrasi dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim.

Temuan tersebut bersumber dari laporan perhitungan nilai kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap PDRB Kaltim yang disusun berbasis data statistik dan klasifikasi KBLI 2020, mencakup 17 subsektor ekonomi kreatif. Hasilnya menunjukkan bahwa ekonomi kreatif tidak lagi berada di pinggiran kebijakan pembangunan, melainkan mulai mengambil posisi penting dalam agenda transformasi ekonomi daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyampaikan bahwa kontribusi ekonomi kreatif selama dua tahun terakhir ditopang oleh subsektor unggulan seperti kuliner, kriya, dan fesyen, serta diperkuat oleh subsektor berbasis kreativitas dan pengetahuan, termasuk aplikasi, desain, film, animasi, seni pertunjukan, fotografi, dan penerbitan.

“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa ekosistem ekonomi kreatif mulai terbentuk. Namun, penguatan kebijakan dan dukungan lintas sektor masih menjadi kunci agar dampaknya bisa lebih luas,” ujar Ririn.

- Advertisement -
Ad image

Meski mencatat tren positif, Pemerintah Provinsi Kaltim menilai kontribusi ekonomi kreatif belum sepenuhnya merata antarwilayah.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa tantangan utama saat ini adalah memastikan sinergi antara pemerintah provinsi, perangkat daerah, dan 10 kabupaten/kota agar pengembangan ekonomi kreatif tidak terpusat di wilayah tertentu.

“Tanpa kolaborasi yang kuat, ekonomi kreatif berpotensi tumbuh timpang. Karena itu, koordinasi lintas perangkat daerah dan kabupaten/kota harus diperkuat dan dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar pelaku ekonomi kreatif dilibatkan secara aktif dalam proses perencanaan dan evaluasi kebijakan, sehingga pengembangan sektor ini tidak berhenti pada program jangka pendek atau seremonial semata.

Laporan kontribusi ekonomi kreatif tersebut diproyeksikan menjadi dasar strategis dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah ke depan. Dengan pendekatan berbasis data, ekonomi kreatif diharapkan mampu berperan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih inklusif, adaptif terhadap perubahan, serta berkelanjutan bagi Kalimantan Timur. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }