Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur menyiapkan enam lokasi lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Dari total itu, satu berada di tingkat provinsi dan lima lainnya tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Salah satu lokasi yang dinilai paling siap untuk segera dibangun berada di Kota Samarinda.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kaltim, Andi Muhammad Ishak, mengatakan, beberapa lokasi kini sudah memasuki tahap akhir persiapan.
“Kemungkinan sebagian sudah berkontrak, baik oleh pemerintah maupun Kementerian PUPR, dan siap dikerjakan tahun ini,” ujarnya, Senin (3/11/2025).
Andi menjelaskan, sejumlah daerah lain juga telah mengajukan usulan pembangunan, antara lain Kabupaten Kutai Kartanegara, Bontang, Paser Utara, dan Berau. Dari enam lokasi yang disiapkan tersebut, masing-masing memiliki karakteristik lahan berbeda dan akan dikerjakan sesuai kesiapan teknis di lapangan.
Untuk tingkat provinsi, lokasi yang diusulkan berada di kawasan Bukit Biru, Tenggarong, Kutai Kartanegara. Saat ini, lahan tersebut masih dalam proses pematangan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kaltim.
Baca Juga
“Kami belum melakukan perubahan terhadap target usulan, masih menggunakan lokasi awal. Hanya saja, kondisinya memang masih perlu penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Luas total lahan yang disiapkan untuk pembangunan tahap awal mencapai 8,7 hektare. Dari jumlah itu, sekitar 5 hektare ditargetkan dapat selesai dimatangkan sebelum akhir tahun ini. Proses pematangan dilakukan menggunakan dana hasil pergeseran anggaran sebelumnya.
Andi berharap, setelah lahan siap, pemerintah daerah dapat segera mengusulkan kembali kepada Kementerian Sosial (Kemensos) agar proyek pembangunan tahap berikutnya bisa dilanjutkan.
Baca Juga
“Lahan ini menjadi dasar pelaksanaan pembangunan. Tanpa kesiapan lokasi, proyek tidak bisa berjalan,” tuturnya.
Secara nasional, pemerintah pusat menargetkan pembangunan 104 lokasi Sekolah Rakyat tahun ini. Salah satunya berada di Kota Samarinda, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berbasis masyarakat di Kalimantan Timur. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id
