Kaltim.akurasi.id, Samarinda — Pemerintah Kota Samarinda meresmikan gedung baru SMP Negeri 5 Samarinda setelah menyelesaikan pembangunan dua tahun dengan total anggaran Rp33 miliar. Proyek dimulai sejak 2024 dan dikerjakan bertahap karena keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan pembangunan tidak dapat dilakukan sekaligus karena APBD memiliki banyak beban pembiayaan.
“APBD kita terbatas, jadi pembangunannya bertahap,” ujarnya.
Sebelumnya, sekolah sempat mengalami musibah kebakaran yang memaksa kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke tenda dan beberapa ruang alternatif. Setelah itu, seluruh kawasan sekolah dikosongkan untuk mempercepat proses pembangunan gedung baru.
Total biaya pembangunan mencapai Rp33 miliar, masing-masing Rp10 miliar pada 2024 dan Rp23 miliar pada 2025. Andi Harun menyebut seluruh konstruksi utama telah rampung, menyisakan pekerjaan paving di area depan sekolah.
“Paving sudah masuk APBD Perubahan. Saya minta selesai sebelum 31 Desember,” katanya.
Pemkot Samarinda berharap hadirnya gedung baru ini mampu meningkatkan kualitas pendidikan di SMP Negeri 5. Andi Harun menekankan perbaikan infrastruktur harus diimbangi dengan penguatan mutu pembelajaran, termasuk pemanfaatan teknologi.
“Selain fisik bangunan yang kini jauh lebih baik, kita ingin sekolah ini menjadi yang terdepan dalam adaptasi teknologi pendidikan,” tegasnya.
Baca Juga
Wali kota dua periode itu juga mengingatkan seluruh warga sekolah menjaga dan merawat fasilitas yang ada agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kita berharap fasilitas ini dirawat dengan baik agar awet dan memberi manfaat bagi dunia pendidikan,” jelasnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id
