Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Maraknya kasus pencurian helm di Kota Samarinda kian meresahkan warga. Helm hasil curian diduga mengalir ke tangan para penadah dengan harga jauh lebih murah, sebelum kemudian dijual kembali kepada konsumen dengan harga yang lebih tinggi.
Salah satu penjual helm bekas di Jalan AM Sangaji, Samarinda, mengakui harga helm yang dijual bervariasi tergantung merek dan jenisnya.
“Kalau helm merek MDS harganya Rp200 ribu, kalau KYT sekitar Rp300 ribu. Tergantung merek dan jenisnya,” ujar penjual yang enggan disebutkan namanya, Kamis (15/01/2026).
Ia menegaskan tidak melayani sistem tukar tambah. Transaksi dilakukan murni dalam bentuk jual beli.
“Kalau tukar tambah belum, mas. Kalau dijual baru saya beli, itu pun tergantung kondisi barang dan kesepakatan harga,” katanya.
Baca Juga
Sementara itu, Zibril (27), warga Samarinda yang mengaku pernah membeli helm bekas di lokasi tersebut, mengatakan sudah dua kali bertransaksi di tempat yang sama. Helm yang ia beli bermerek GM berwarna hitam, dengan harga berkisar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu.
Zibril mengaku alasan utama membeli helm bekas karena sudah berulang kali menjadi korban pencurian. Ia menilai membeli helm baru justru berisiko membuatnya kembali merugi jika kembali hilang.
“Sudah dua kali kehilangan helm, jadi rasanya percuma beli yang baru. Toh nanti hilang lagi. Di situ juga harganya lebih murah, jadi kalau hilang lagi tidak terlalu rugi,” bebernya.
Baca Juga
Meski mengetahui lokasi tersebut dikenal sebagai tempat penadahan helm curian, Zibril tetap memilih membeli di sana karena faktor kebutuhan dan pengalamannya sebagai korban.
“Saya tahu itu tempat penadahan helm curian. Tapi karena sudah pernah jadi korban, ya sudah beli di situ lagi saja. Beli baru juga nanti hilang lagi,” tuturnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id