Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Aksi pencurian helm di Kota Samarinda kian marak dan memicu keresahan warga. Helm yang ditinggal di kendaraan saat parkir kerap raib, terutama di kawasan publik dan pusat keramaian. Fenomena ini dinilai menjadi persoalan berulang tanpa penanganan khusus dari pemerintah daerah.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengatakan hingga kini Pemkot belum mengeluarkan kebijakan spesifik terkait maraknya pencurian helm. Menurutnya, setiap langkah kebijakan perlu didahului kajian agar tidak berhenti sebatas imbauan tanpa solusi jangka panjang.
“Kita analisa dulu. Untuk pemerintah kota Samarinda tentunya menganalisa itu bagaimana. Kalau memang perlu dikeluarkan imbauan, nanti akan kami keluarkan,” ujar Saefuddin.
Ia mengakui pemerintah daerah turut memantau fenomena tersebut. Namun hingga saat ini, belum ada gambaran utuh terkait pola pencurian, termasuk dugaan keberadaan penadah helm curian.
“Saya juga belum mendengar soal penadahnya dari mana. Helm itu kan sekarang harganya sekitar Rp350 ribu kalau yang baru,” katanya.
Baca Juga
Saefuddin menilai pencurian helm tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi bagi korban, tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial di masyarakat. Ia mengingatkan risiko main hakim sendiri apabila pelaku tertangkap warga.
“Alangkah disayangkan. Jangan sampai nanti karena maling helm, justru pelakunya yang menjadi korban amuk massa. Helm Rp350 ribu, tapi dia bisa digebuki ratusan orang,” ucapnya.
Saat ditanya soal kemungkinan adanya atensi khusus dari pemerintah kota, Saefuddin menegaskan persoalan tersebut tetap menjadi perhatian Pemkot. Namun, langkah yang diambil tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.
Baca Juga
“Tentunya pemerintah kota Samarinda akan memperhatikan itu,” tegasnya.
Sambil menunggu hasil kajian, ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat memarkir kendaraan. Menurutnya, kehati-hatian individu masih menjadi langkah paling efektif untuk mencegah pencurian.
“Daripada nanti parkir terus helmnya hilang. Karena sampai sekarang kita juga belum tahu permasalahan sebenarnya secara persis,” ujarnya.
Ke depan, Pemkot Samarinda berencana melakukan koordinasi dengan aparat keamanan, termasuk kepolisian, guna mencari pola pencegahan yang lebih efektif.
“Nanti pasti kita koordinasikan dengan pihak keamanan, kepolisian dan unsur terkait lainnya. Tujuannya agar praktik pencurian helm ini bisa dicegah dan tidak lagi menimbulkan keresahan masyarakat,” jelasnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id