Kaltim.akurasi.id, Samarinda — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama TNI dan Polri mematangkan pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 melalui Operasi Lilin Mahakam 2025. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat selama momentum akhir tahun.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengatakan pengamanan disiapkan secara menyeluruh, mencakup aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), kelancaran lalu lintas, hingga stabilitas sosial dan ekonomi. Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi pengamanan akhir tahun yang melibatkan seluruh unsur terkait.
“Pemerintah kota memastikan kesiapan pengamanan terpadu, termasuk ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi, dan stabilisasi harga agar tidak memberatkan masyarakat,” ujar Andi Harun, Rabu (16/12/2025).
Dalam Operasi Lilin Mahakam 2025, aparat mendirikan satu Pos Terpadu, dua Pos Pelayanan, dan lima Pos Pengamanan yang tersebar di sejumlah titik strategis di Kota Samarinda. Pos Terpadu ditempatkan di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Samarinda Ulu, dengan melibatkan puluhan personel gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya.
Dua Pos Pelayanan masing-masing didirikan di Pelabuhan Samarinda dan Bandara APT Pranoto. Sementara itu, lima Pos Pengamanan ditempatkan di kawasan dengan tingkat aktivitas masyarakat tinggi, seperti Pasar Palaran, Samarinda Square atau Mall Lembuswana, Big Mall, serta kawasan Citra Niaga.
Baca Juga
Selain pusat keramaian, pengamanan juga difokuskan pada tempat ibadah. Di Samarinda, tercatat sebanyak 111 gereja akan melaksanakan ibadah Natal. Dari jumlah tersebut, empat gereja ditetapkan sebagai gereja prioritas dengan estimasi jemaat antara 500 hingga 2.000 orang. Sementara 107 gereja lainnya dikategorikan sebagai gereja aman dengan jumlah jemaat sekitar 100 hingga 500 orang.
Adapun gereja prioritas yang mendapat pengamanan khusus antara lain Gereja Katedral Santa Maria Penolong Abadi, Gereja Katolik Paroki Santo Lukas, GPIB Jemaat Immanuel Samarinda, serta GPdI Bethesda Oikumene. Setiap gereja prioritas dijaga oleh puluhan personel gabungan Polri, TNI, Dishub, dan Satpol PP.
“Kami ingin memastikan saudara-saudara kita umat Kristiani dapat beribadah dengan aman dan nyaman. Ini sekaligus menunjukkan Samarinda sebagai kota yang toleran,” tegas Andi Harun.
Baca Juga
Untuk perayaan Tahun Baru, Pemkot Samarinda memusatkan kegiatan resmi di kawasan Teras Samarinda, termasuk pelaksanaan pesta kembang api. Pengamanan di kawasan Jalan Lambung Mangkurat dan sejumlah jembatan utama juga akan ditingkatkan, dengan kemungkinan pembatasan aktivitas hingga pukul 01.00 WITA.
Andi Harun pun mengimbau masyarakat agar merayakan Natal dan Tahun Baru secara sederhana dan bermartabat.
“Mari kita jaga Samarinda tetap aman, kondusif, dan penuh kebersamaan,” jelasnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id