Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Kondisi Jembatan Mahkota II, Samarinda, hingga kini masih gelap gulita saat malam hari. Hal ini lantaran lampu jalan belum diperbaiki, usai kabel instalasinya dicuri beberapa bulan lalu.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengaku belum dapat melakukan perbaikan dalam waktu dekat karena terkendala anggaran.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan perbaikan untuk penerangan jembatan tersebut kemungkinan belum bisa diakomodasi di APBD murni tahun berjalan.
“Untuk anggaran APBD murni kemungkinan sudah tidak bisa lagi. Kemungkinan penganggarannya akan dimasukkan pada APBD perubahan,” tuturnya.
Ia meminta masyarakat memaklumi kondisi tersebut, mengingat situasi keuangan daerah saat ini masih dalam tahap efisiensi.
Baca Juga
“Mohon dimaklumi kondisi saat ini, karena situasi keuangan daerah sedang dalam tahap efisiensi,” katanya.
Meski demikian, pemerintah disebut tidak tinggal diam. Dishub Samarinda telah mengusulkan perbaikan lampu penerangan Jembatan Mahkota II kepada pemkot, agar dapat segera ditindaklanjuti melalui mekanisme penganggaran.
“Pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan, namun proses tersebut memerlukan penganggaran, terutama untuk pembelian kabel dan kebutuhan lainnya. Karena itu, kami masih menunggu ketersediaan anggaran dari APBD,” jelasnya.
Baca Juga
Tak hanya di Jembatan Mahkota II, kerusakan lampu penerangan akibat pencurian kabel juga terjadi di sejumlah ruas jalan lain di Samarinda. Beberapa titik yang mengalami kondisi serupa antara lain kawasan Jalan Pahlawan, Jalan Sutomo, dan Jalan S Parman.
Manalu menyebut, usulan anggaran untuk perbaikan di titik-titik tersebut juga telah diajukan. Namun, pelaksanaannya belum memungkinkan pada APBD murni tahun ini karena anggaran telah tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
“Untuk APBD murni tahun ini sudah tidak memungkinkan karena anggaran sudah tertuang dalam DPA,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait estimasi kebutuhan anggaran perbaikan, pihaknya masih akan melakukan pengecekan data lebih lanjut sebelum menyampaikan angka pastinya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari