Nataru Makin Dekat, Harga Cabai dan Bawang di Samarinda Ikut “Panas”

Kenaikan harga bawang merah dan cabai menjelang Natal dan Tahun Baru kembali menekan belanja rumah tangga warga Samarinda. Faktor cuaca dan pasokan menjadi alasan utama, sementara operasi pasar disiapkan sebagai penyangga.
Fajri
By
2.9k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda — Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Samarinda mulai berfluktuasi. Dua komoditas yang mencatat kenaikan paling menonjol sejak awal Desember adalah bawang merah dan cabai.

Berdasarkan laporan Perkembangan Harga Rata-rata Barang Kebutuhan Pokok Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda per 22 Desember 2025, harga bawang merah yang pada akhir November masih berada di kisaran Rp38.500 per kilogram, melonjak menjadi Rp53.500 per kilogram. Kenaikan serupa juga terjadi pada cabai, dari Rp38.800 per kilogram menjadi Rp63.000 per kilogram.

Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disdag Samarinda, Heny Kartika Handayani, menyebut kenaikan harga kedua komoditas tersebut dipengaruhi faktor cuaca yang berdampak pada produksi dan distribusi dari daerah sentra.

“Kenaikan bawang merah dan cabai sejak awal Desember ini dipengaruhi oleh faktor cuaca, sehingga pasokan dari daerah produsen ke Samarinda tidak optimal,” ujar Heny, Selasa (23/12/2025).

- Advertisement -
Ad image

Meski demikian, Heny menegaskan bahwa secara umum kondisi harga kebutuhan pokok di Samarinda masih relatif terkendali menjelang Nataru. Menurutnya, fluktuasi harga harian tidak menunjukkan lonjakan yang signifikan.

“Insya Allah masih aman. Kalau dilihat dari fluktuasi hariannya, meskipun harga agak tinggi, perubahannya tidak terlalu besar dan cenderung stabil,” jelasnya.

Untuk menekan dampak kenaikan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat, Disdag Samarinda telah menggelar operasi pasar bawang merah dan cabai di kawasan Car Free Day (CFD) GOR Segiri pada 14 dan 21 Desember 2025.

Dalam operasi pasar tersebut, bawang merah dan cabai masing-masing dijual dengan harga Rp50.000 per kilogram, atau setara harga distributor. Langkah ini diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan pangan menjelang libur Natal dan Tahun Baru.

“Operasi pasar ini kami lakukan agar masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, khususnya menjelang Nataru,” kata Heny.

Disdag Samarinda memastikan akan terus melakukan pemantauan harga secara rutin di sejumlah pasar tradisional guna mengantisipasi potensi kenaikan lanjutan selama periode libur akhir tahun. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }