Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Manajemen Mie Gacoan menyatakan siap menggratiskan biaya parkir di seluruh gerainya di Kota Samarinda apabila polemik pengelolaan parkir berpotensi memicu gesekan antara warga lokal dan pihak pengelola yang ditunjuk perusahaan.
General Manager PT Pesta Pora Abadi, Aryo, mengatakan secara bisnis perusahaan telah menunjuk PT Bahana Security Sistem (BSS) sebagai mitra resmi pengelola parkir. Penunjukan tersebut merupakan bagian dari kerja sama investasi yang telah disepakati dan tidak dapat diintervensi secara sepihak.
“Secara kebijakan internal perusahaan, kami telah bermitra dan menunjuk satu pihak, yaitu PT Bahana Security Sistem. Dalam hubungan kerja sama tersebut, kami tidak dapat melakukan intervensi, baik terhadap BSS maupun rekanan lainnya,” ujar Aryo saat menghadiri hearing bersama DPRD Samarinda dan warga lokal di Gedung DPRD Samarinda, Rabu, (25/02/2026).
Meski demikian, Aryo menegaskan bahwa manajemen akan mengambil langkah antisipatif demi menjaga kondusivitas. Jika polemik terus berkembang dan menimbulkan potensi konflik, perusahaan memutuskan untuk menggratiskan parkir di seluruh gerai di Samarinda.
“Untuk seluruh lokasi usaha kami yang ada di Samarinda, parkir kami gratiskan,” katanya.
Baca Juga
Ia menambahkan, apabila masih ditemukan pungutan liar atau oknum yang tetap menarik biaya parkir di area gerai, pihaknya berharap aparat kepolisian dapat menindak tegas. Langkah tersebut dinilai penting guna mencegah konflik berlarut.
Selain itu, manajemen membuka ruang konsolidasi antara PT BSS dan warga sekitar untuk mencari solusi bersama. Perusahaan, kata Aryo, siap mengikuti hasil kesepakatan yang dicapai para pihak, termasuk apabila diperlukan skema bagi hasil (share revenue).
“Terkait teknis, termasuk kemungkinan share revenue, kami siap mengikuti hasil kesepakatan bersama. Bahkan jika diperlukan penyesuaian pembagian yang saat ini berjalan antara kami dan BSS demi mengakomodasi kolaborasi dengan warga, kami bersedia mempertimbangkannya,” ujarnya.
Aryo juga menegaskan komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat lokal. Ia menyebut sekitar 85 persen tenaga kerja di gerai Samarinda merupakan warga setempat.
“Komitmen kami terhadap warga lokal nyata,” bebernya.
Kendati demikian, ia mengakui perusahaan memiliki keterbatasan untuk merangkul seluruh pihak secara langsung. Karena itu, manajemen akan mendorong BSS untuk lebih intensif berkonsolidasi dengan warga, termasuk membuka peluang pembahasan mekanisme kerja sama yang lebih inklusif.
Aryo menegaskan, perusahaan tetap menghormati perjanjian kerja sama yang telah disepakati dengan BSS. Pemutusan kontrak secara sepihak, kata dia, bukan opsi yang dapat ditempuh.
“Kami menjunjung tinggi kesepakatan yang sudah dibuat. Komitmen kami adalah mendorong kolaborasi, bukan memutus perjanjian secara sepihak,” jelasnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id