Renovasi Rujab Rp25 Miliar, Rudy Mas’ud Mengaku Tak Minta

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengaku tidak tahu menahu mengenai anggaran Rp25 miliar untuk renovasi rujab pemerintah provinsi.
Devi Nila Sari
1.9k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Masyarakat kembali kecewa dengan kabar renovasi rumah jabatan (rujab) Gubernur-Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur (Kaltim) yang menelan angka Rp25 miliar.

Di balik polemik akan angka fantastis renovasi di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Ternyata, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyatakan, jika dirinya tak pernah meminta rumah tersebut.

“Kami sebenarnya tidak pernah meminta rumah dinas, memang sudah disediakan,” tuturnya di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Dirinya mengaku, tak tahu-menahu mengenai anggaran Rp25 miliar tesebut. Rudy mengatakan, jika ihwal ini sudah diatur tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) yang diketuai oleh Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim Sri Wahyuni.

Dikatakannya, perbaikan rumah tersebut dilakukan karena sudah 10 tahun tidak dipakai oleh pejabat sebelumnya. Oleh karena itu, dilakukan renovasi karena Rudy menempati rumah tersebut dengan alasan efisiensi.

Menurut Rudy, total tersebut tidak hanya digunakan untuk merenovasi rujab gubernur saja, namun termasuk rujab wagub. Termasuk dengan perbaikan bangunan lain, beserta sejumlah perlengkapan di dalamnya.

Rincian Alokasi Anggaran Renovasi Rujab Pemprov Kaltim

Berdasarkan data Inaprov Kaltim, total anggaran renovasi dibagi dalam sedikitnya 57 item belanja. Untuk rumah jabatan gubernur, terdapat sekitar 35 item kegiatan dengan nilai kurang lebih Rp12 miliar, meliputi rehabilitasi bangunan, pemeliharaan, pengadaan meubeler, peralatan dapur, hingga alat pemadam kebakaran.

Sementara itu, sisa anggaran dialokasikan untuk rumah jabatan wakil gubernur sebanyak 17 item senilai Rp 4,9 miliar serta penataan ruang kerja di kantor gubernur sebanyak 5 item dengan nilai Rp 8,2 miliar.

“Banyak sekali yang kita benahi mulai dari barang elektronik, toilet, lampu, televisi, dan sofa, yang tidak layak kita buat kembali,” jelasnya.

Rehabilitasi dan pemeliharaan bangunan termasuk Pendopo Odah Etam dengan kapasitas penampungan 1.000 orang yang dipakai untuk kegiatan pemerintah, baik itu provinsi, kabupaten/kota, maupun masyarakat.

Kemudian ada pula Gedung Olah Bebaya yang dapat menampung sekitar 500 orang. Serta fasilitas guest house yang disiapkan untuk menyambut tamu.

“Dulu kalau Pak SBY ke Kaltim, menginapnya di guest house itu,” tambahnya. (*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana