Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Setelah pemerintah provinsi (Pemprov), kini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) turut menjadi sorotan publik terkait pengadaan mobil operasional senilai Rp6,8 miliar.
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menegaskan bahwa pengadaan tersebut telah melalui proses perencanaan dan pembahasan sesuai mekanisme yang berlaku. Menurutnya, anggaran sarana dan prasarana itu telah ditelaah bersama komisi terkait, Badan Anggaran (Banggar), serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Ia memastikan seluruh proses juga mengacu pada Standar Satuan Harga (SSH) dan Analisis Standar Belanja (ASB). Selain itu, pengadaan diawasi Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta dilakukan melalui sistem e-catalog.
Politikus Partai Golkar itu membantah anggapan bahwa pembelian kendaraan baru dilakukan demi kenyamanan. Ia justru menyebut langkah tersebut sebagai bentuk efisiensi anggaran.
Menurut Hasanuddin, sebagian besar mobil operasional yang saat ini digunakan telah berusia 7 hingga 10 tahun. Biaya perawatannya dinilai lebih besar dibandingkan pengadaan unit baru.
Baca Juga
“Kalau kita lihat saat perjalanan Gubernur ke Kubar dan Berau, mobil itu mogok, enggak bisa jalan karena sudah tua,” ujarnya di Samarinda, Senin (23/2/2026).
Ia juga menyampaikan bahwa kendaraan yang telah berusia di atas lima tahun sudah melalui proses lelang. Proses tersebut, kata dia, telah dilaporkan kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim.
“Ini kita mau masuk pelelangan mobil tahap dua,” tambahnya.
Baca Juga
Terkait jumlah kendaraan yang akan dibeli, Hasanuddin mengaku belum mengetahui secara rinci. Namun ia memastikan mobil tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi unsur pimpinan.
Kendaraan operasional itu, kata dia, juga akan digunakan oleh alat kelengkapan dewan (AKD), termasuk komisi, badan, sekretariat, serta pimpinan DPRD.
“Saya enggak tahu siapa aja yang dapat. Yang pasti ada dari komisi, badan, sekretariat, dan pimpinan,” jelasnya. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id