SPPG Mahulu Sudah Jadi, Program Makan Bergizi Gratis Masih Belum Bisa Dinikmati Siswa

Program Makan Bergizi Gratis di Kalimantan Timur belum merata. Meski gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Mahakam Ulu sudah rampung, operasionalnya masih tertahan penilaian akhir, membuat siswa di wilayah hulu belum merasakan manfaat program nasional tersebut.
Fajri
By
2.7k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Timur (Kaltim) belum sepenuhnya dapat dirasakan seluruh masyarakat. Memasuki awal 2026, pelaksanaan program tersebut masih menunggu proses finalisasi di beberapa wilayah, salah satunya Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

Pendamping Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Kaltim, Sirajul Amin, mengatakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Mahulu sebenarnya telah rampung dibangun. Namun, fasilitas tersebut masih menunggu penilaian akhir sebelum dapat dioperasikan.

“Kami minta maaf jika masih ada siswa yang belum merasakan program ini,” ujarnya di Samarinda, Sabtu (7/2/2026).

Secara keseluruhan, dari target pembangunan 372 unit SPPG di Kaltim, saat ini baru terealisasi 173 unit berdasarkan Surat Keputusan (SK) terbaru. Dari jumlah tersebut, sebanyak 134 unit telah beroperasi.

Sirajul menjelaskan, Kota Samarinda menjadi daerah dengan jumlah unit SPPG terbanyak, yakni 51 unit dalam SK, dengan 40 unit di antaranya sudah beroperasi. Posisi kedua ditempati Kabupaten Kutai Kartanegara dengan 35 unit dalam SK dan 26 unit telah beroperasi.

Selanjutnya, Kota Balikpapan memiliki 28 unit dalam SK dengan 21 unit aktif. Kota Bontang tercatat memiliki 18 unit SK dengan 15 unit beroperasi, sedangkan Kabupaten Kutai Timur memiliki 15 unit SK dengan 11 unit telah berjalan.

Kabupaten Berau mencatatkan 12 unit SK dengan 10 unit beroperasi. Sementara Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memiliki 8 unit SK dengan 5 unit aktif.

Adapun Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Paser masing-masing memiliki 3 unit SPPG dalam SK, dan seluruhnya telah beroperasi.

Sirajul menambahkan, setiap unit SPPG dirancang mampu melayani maksimal 3.000 porsi makanan per hari dengan radius distribusi hingga enam kilometer untuk menjaga kualitas dan kesegaran makanan.

Selain meningkatkan pemenuhan gizi, program ini juga berpotensi membuka lapangan kerja baru dengan estimasi serapan tenaga kerja mencapai 18.600 orang, yang diprioritaskan berasal dari masyarakat lokal.

“Setiap unit layanan direncanakan memberdayakan sekitar 50 personel yang terdiri dari staf ahli BGN serta relawan yang direkrut dari lingkungan sekitar sekolah,” jelasnya. (*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }