Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Program pembagian takjil gratis yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) selama Ramadan tidak hanya mendapat respons positif, tetapi juga menuai sorotan publik.
Sorotan tersebut muncul setelah beredarnya surat dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim yang ditujukan kepada Forum Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Minerba. Surat itu berisi ajakan untuk berpartisipasi dalam kegiatan berbagi takjil pada bulan suci Ramadan yang dijadwalkan berlangsung Rabu (11/3/2026).
Surat tersebut kemudian viral di media sosial. Sejumlah masyarakat menyoroti dan membandingkan kegiatan tersebut dengan pembelian mobil dinas mewah senilai Rp8,5 miliar oleh Pemprov Kaltim. Mereka mempertanyakan mengapa pembagian takjil justru melibatkan partisipasi pihak eksternal.
Sebagai informasi, selama Ramadan Pemprov Kaltim menggelar kegiatan Gebyar Ramadan dengan membagikan sekitar 1.000 hingga 1.050 paket takjil gratis setiap hari. Kegiatan ini berlangsung pada 26 Februari hingga 12 Maret 2026 di halaman Kantor Gubernur Kaltim.
Pembagian takjil dilakukan pukul 14.00–16.00 WITA untuk warga dan pengendara yang melintas, menggunakan sistem antrean kupon. Paket takjil dan makanan berat yang dibagikan berasal dari pelaku UMKM lokal.
Baca Juga
Menanggapi polemik tersebut, Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, menegaskan bahwa surat yang beredar bukanlah permintaan bantuan dana.
“Pengelolaannya terpisah. Kami sendiri, mereka sendiri. Tapi waktu dan tempatnya sama. Saya luruskan, OPD meminta bantuan dana itu tidak benar,” jelasnya di Samarinda, Minggu (8/3/2026).
Ia menambahkan, kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan hidangan berbuka puasa.
Dalam pelaksanaannya nanti, Dinas ESDM Kaltim dan Forum PPM Minerba akan berkolaborasi membagikan sekitar 2.000 paket takjil. Sebanyak 1.000 paket berasal dari iuran staf Dinas ESDM Kaltim, sementara sekitar 1.100 paket disediakan oleh Forum PPM Minerba.
Di sisi lain, Ketua Forum PPM Minerba, Muslim Gunawan, mengatakan bahwa tahun ini merupakan pertama kalinya pihaknya menggelar kegiatan berbagi takjil dalam skala provinsi. Biasanya kegiatan serupa dilakukan secara terpisah oleh masing-masing perusahaan.
Ia menyebutkan, dari sekitar 200 perusahaan yang tergabung dalam forum tersebut, baru 12 perusahaan yang berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Kalau di tingkat provinsi karena jumlahnya besar, jadi kami bergabung antarperusahaan,” ujarnya. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id
