TAGUPP Kaltim Disebut Investasi, Rudy Mas’ud: Bukan Pemborosan APBD

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud sebut anggaran TAGUPP Kaltim mencapai Rp10,7 miliar merupakan investasi dan bukan pemborosan.
Devi Nila Sari
1.6k Views

Kaltim.akurasi.id, SamarindaGubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud mengatakan jika biaya yang digelontorkan untuk Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) merupakan bentuk lain dari investasi jangka panjang.

“Kami senang sekali dengan adanya kritik yang membangun. Kehadiran tim ini  bukan cost tapi investasi,” ujarnya saat diwawancarai awak media di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda Ulu, Senin (30/3/2026).

Rudy menjelaskan, jika kehadiran tim ahli gubernur ini  merupakan sebuah investasi karena mereka membantunya untuk mengambil kebijakan yang tepat. Karena setiap kebijakan yang diambil kepala daerah harus berpihak dan tepat sasaran bagi masyarakat.

Dengan demikian, menurut Rudy, nilai anggaran untuk tim tersebut tidak sebanding dengan potensi kerugian jika kebijakan yang diambil keliru.

Apalagi dengan APBD Kaltim mencapai puluhan triliun rupiah, sehingga kebijakan yang dihasilkan harus memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai informasi, komposisi tim ini beranggotakan 38 orang. Oleh karena itu, dikhawatirkan menjadi pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang berasal dari pajak masyarakat Tanah Benua Etam.

Karena tim yang disebut akan membantu Gubernur Kaltim ini menelan sebesar Rp10.780.000.000. Di mana dari jumlah tersebut, sebesar Rp8,34 miliar diperuntukkan bagi pembayaran honorarium atau uang kehormatan selama periode sembilan bulan. Sementara itu, sisanya sebesar Rp2,44 miliar dialokasikan untuk kebutuhan perjalanan dinas, baik di dalam maupun di luar daerah.

Selain itu, ia menegaskan jika pembentukan tim ini telah melalui SOP dan ketentuan yang berlaku. Ia menilai, anggaran yang dialokasikan masih relatif kecil dibanding daerah lain.

“Yang terpenting, individu yang terlibat memiliki kompetensi, kapasitas, dan kapabilitas yang mumpuni di bidangnya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana