Tahap Kedua Penataan Pasar Pagi Belum Jelas, Disdag Samarinda Masih Tunggu Arahan Wali Kota

Ratusan pedagang Pasar Pagi Samarinda masih menanti kepastian nasib kios mereka. Dinas Perdagangan (Disdag) mengaku belum dapat menjalankan tahap kedua penataan karena masih menunggu arahan Wali Kota, sementara keluhan pedagang terus bermunculan di tengah ketidakjelasan skema pembagian kios lanjutan.
Fajri
By
2.4k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda masih menunggu arahan Wali Kota Samarinda terkait pelaksanaan tahap kedua penataan Pasar Pagi. Hingga kini, Disdag belum dapat memastikan sasaran maupun skema pelaksanaan tahap lanjutan tersebut.

Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani, mengatakan pihaknya berencana mempresentasikan data serta konsep tahap kedua penataan Pasar Pagi kepada Wali Kota Samarinda dalam waktu dekat.

“Pada dasarnya minggu ini kami ingin presentasi dengan Pak Wali Kota untuk orientasi ke tahap dua. Soal keluhan pedagang yang merasa belum mendapatkan kios, itu nanti setelah presentasi,” ujar Nurrahmani.

Perempuan yang akrab disapa Yama itu menegaskan, hingga saat ini belum ada sasaran pedagang yang ditetapkan untuk tahap kedua. Seluruh kebijakan, kata dia, masih bergantung pada arahan pimpinan dengan mempertimbangkan data yang dimiliki Disdag.

“Belum ada sasaran. Tergantung arahan Pak Wali Kota selaku pimpinan kami, tentu berdasarkan data yang kami presentasikan,” jelasnya.

Terkait permintaan data dari DPRD Kota Samarinda, Yama menyebut pihaknya masih menunggu data yang benar-benar final. Ia menjelaskan, permintaan DPRD bersifat rinci sehingga pembukaan data harus melalui persetujuan pimpinan.

“Permintaan data itu kan uraian, bahkan kemungkinan by name by address. Selama ini kami membawa data secara global. Karena itu, kami minta permintaan tersebut diarahkan ke pimpinan kami agar pembukaan data dilakukan secara bertanggung jawab,” tegasnya.

Sementara itu, progres tahap pertama penataan Pasar Pagi disebut hampir selesai. Dari total 1.804 kios pada tahap pertama, sebanyak 1.764 kios telah terisi.

“Masih ada sedikit yang belum, misalnya pedagang yang belum mengambil kunci karena umrah. Kalau ada kesalahan penempatan jenis dagangan, itu juga kami benahi. Tinggal sedikit lagi,” terangnya.

Ia menambahkan, proses penyempurnaan tahap pertama berjalan beriringan dengan persiapan tahap kedua. Adapun total kapasitas kios di Pasar Pagi secara keseluruhan mencapai lebih dari 2.500 unit.

“Total kios di Pasar Pagi sekitar 2.508 kios atau lebih,” jelasnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }