Kaltim.akurasi.id, Samarinda — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan sistem parkir di kawasan Pasar Pagi akan sepenuhnya menerapkan pembayaran nontunai. Nantinya, pengendara tidak lagi bisa membayar menggunakan uang tunai maupun QRIS. Seluruh transaksi wajib memakai kartu uang elektronik.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan langkah pembenahan pelayanan sekaligus meningkatkan transparansi pendapatan daerah. Ia menjelaskan, seluruh titik parkir akan dilengkapi gate otomatis dengan mekanisme tap in–tap out, seperti sistem parkir modern di pusat perbelanjaan.
“Semua masyarakat wajib menggunakan kartu uang elektronik. Kami memilih sistem ini agar tidak ada lagi petugas yang melakukan transaksi manual,” jelas Manalu.
Ia menegaskan, petugas yang ditempatkan di lapangan hanya bertugas mengatur arus kendaraan, bukan melakukan pungutan. Dishub menilai penggunaan QRIS masih membutuhkan operator manusia untuk memverifikasi pembayaran, sedangkan sistem kartu jauh lebih efisien karena berjalan otomatis tanpa interaksi petugas.
“Dengan sistem tap in–tap out, tidak diperlukan penjaga transaksi. Pengawasan bisa dilakukan dari jarak jauh,” tambahnya.
Selain pengendara umum, seluruh pedagang di Pasar Pagi juga diwajibkan mengikuti skema pembayaran yang sama. Dishub bahkan menyiapkan tarif progresif bagi pedagang yang memarkir kendaraan sepanjang hari. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir, mengingat banyak pedagang berada di lokasi sejak pagi hingga sore dan sebagian datang dengan diantar keluarga.
Manalu juga menanggapi informasi yang beredar di media sosial terkait larangan pembayaran tunai dan QRIS. Ia membenarkan bahwa kebijakan tersebut bukan sekadar isu, melainkan keputusan resmi Pemkot Samarinda.
“Kami ingin menegaskan bahwa benar parkir di Pasar Pagi tidak menerima pembayaran QRIS atau tunai. Kebijakan ini diterapkan untuk mengurangi kebutuhan SDM sekaligus mencegah potensi kebocoran pendapatan. Dengan sistem cashless, seluruh transaksi tercatat otomatis,” jelasnya. (*)
Baca Juga
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id
