Kaltim.akurasi.id, Samarinda — Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda menyebut minimnya angkutan pengumpan menjadi salah satu penyebab sepinya penumpang di Terminal Sungai Kunjang. Meski seluruh kesiapan teknis untuk pengadaan angkutan tersebut telah rampung, pelaksanaannya kini tinggal menunggu persetujuan Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan pihaknya tidak menemukan kendala berarti dalam proses teknis. Seluruh perencanaan operasional telah disusun dan siap dijalankan.
“Secara teknis kami sudah siap. Untuk keputusan lebih lanjut, bisa ditanyakan kepada Pak Wali. Prinsipnya, kami siap dieksekusi kapan pun setelah arahan dan anggaran diberikan,” ujarnya.
Manalu menjelaskan Terminal Sungai Kunjang merupakan terminal resmi yang semestinya menjadi lokasi naik-turun penumpang bagi seluruh bus antarkota. Namun, banyak sopir dan penumpang lebih memilih beraktivitas di kawasan APT Pranoto karena dinilai lebih mudah diakses. Kondisi tersebut memicu aktivitas terminal bayangan, yang pada akhirnya berimbas pada potensi hilangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi karena bus tidak masuk ke terminal resmi.
“Terminal resminya itu Sungai Kunjang, dan kewenangannya ada di provinsi. Karena lokasinya kurang nyaman, sopir dan penumpang lebih memilih APT Pranoto. Dari situ tumbuh terminal bayangan yang membuat potensi PAD hilang,” terangnya.
Baca Juga
Selain itu, kata dia, adanya jasa penitipan kendaraan di sekitar terminal bayangan turut menjadi efek lanjutan dari operasional terminal tidak resmi tersebut.
“Penitipan motor dan kendaraan itu muncul karena terminal bayangan. Kalau itu ditertibkan, jasa penitipan akan hilang dengan sendirinya. Namun kembali lagi, penanganannya merupakan ranah provinsi,” tegasnya.
Manalu menegaskan, Dishub Samarinda siap menindaklanjuti kebijakan yang diarahkan Wali Kota setelah proses anggaran disetujui, termasuk penyediaan angkutan pengumpan menuju Terminal Sungai Kunjang. (*)
Baca Juga
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id
