Terowongan Samarinda Butuh Suntikan Duit Rp90 Miliar, Urgensi Dipertanyakan

DPRD Samarinda pertanyakan urgensi suntikan anggaran Rp90 miliar untuk proyek Terowongan Samarinda. Sebab, sebelumnya proyek ini sudah disuntik duit Rp32 miliar, selain total anggaran pembangunan yang mencapai ratusan miliar.
Devi Nila Sari
1.9k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Mega proyek pembangunan terowongan yang menghubungkan Jalan Alimuddin dan Jalan Kakap, Samarinda, kembali menjadi sorotan. Pasalnya, proyek tersebut disebut membutuhkan suntikan anggaran sekitar Rp90 miliar lagi. Angka yang dinilai cukup besar oleh DPRD Samarinda.

Sebelumnya, proyek pembangunan Terowongan Samarinda telah dianggarkan sekitar Rp395 miliar. Nilai tersebut semula dianggap cukup untuk merealisasikan proyek infrastruktur strategis tersebut. Namun dalam perjalanannya, terjadi sejumlah penambahan kebutuhan anggaran.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim, mengatakan tambahan Rp90 miliar menjadi perhatian serius pihaknya. Ia mengungkapkan, sebelumnya sudah ada penambahan anggaran sekitar Rp32 miliar untuk perpanjangan struktur inlet dan outlet terowongan.

“Jika ditambah Rp90 miliar, maka total tambahan anggaran mencapai kurang lebih Rp122 miliar. Kami mempertanyakan kebutuhan anggaran tersebut, mengingat penguatan struktur sudah dilakukan dengan penambahan panjang dan konstruksi yang dirancang untuk menahan potensi longsor dari sisi kanan maupun kiri inlet,” tuturnya.

- Advertisement -
Ad image

Menurutnya, dengan adanya penguatan struktur tersebut, seharusnya kebutuhan tambahan anggaran tidak terlalu besar. Ia juga menyampaikan, akan dilakukan penanganan atau regrading pada area longsor di sisi inlet, yang diperkirakan memerlukan anggaran tambahan sekitar Rp90 miliar.

Terkait hal ini, DPRD telah meminta klarifikasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda. Dari hasil komunikasi, dinas PUPR belum dapat memastikan apakah anggaran tambahan tersebut sudah tersedia dalam rencana tahun anggaran 2026.

“Kami meminta dilakukan pengecekan terlebih dahulu apakah memang terdapat alokasi untuk pekerjaan tambahan tersebut pada 2026,” jelasnya.

Selain soal anggaran, pihakny juga meminta penjelasan terkait spesifikasi kekuatan struktur yang telah dibangun. Hal ini dinilai penting untuk memastikan keselamatan masyarakat yang nantinya melintasi terowongan tersebut.

“Terlihat adanya penguatan struktur dengan ketebalan tambahan sekitar 50 sentimeter. Konstruksi itu disebut dirancang untuk mampu menahan potensi longsor di masa mendatang,” ungkapnya.

DPRD menegaskan, akan terus mengawal proyek ini agar tetap berjalan sesuai perencanaan, baik dari sisi anggaran maupun aspek keselamatan konstruksi. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }