Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan Gedung Pandurata di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) akan mulai difungsikan setelah seluruh tahapan persiapan rampung.
Saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim masih memusatkan perhatian pada pengadaan dan pemasangan peralatan kesehatan sebelum gedung tersebut resmi melayani masyarakat.
Meski pembangunan fisik telah dinyatakan selesai, Gedung Pandurata belum langsung dioperasikan. Proses selanjutnya memasuki masa pemeliharaan bangunan sekaligus persiapan pengisian alat kesehatan yang menjadi syarat utama operasional rumah sakit.
Pembangunan gedung ini dilakukan secara bertahap sejak 2023 dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim. Pada tahap awal, Pemprov Kaltim mengucurkan anggaran sekira Rp110 miliar untuk pengerjaan struktur utama dan pondasi. Kemudian pada 2024, kembali dialokasikan dana sekira Rp140 miliar guna menyelesaikan pekerjaan dinding dan instalasi bangunan.
Kepala Dinkes Provinsi Kaltim Jaya Mualimin mengatakan bahwa setelah seluruh pekerjaan konstruksi diselesaikan Dinas PUPR-PERA Kaltim, gedung tersebut saat ini masih dalam tahap masa pemeliharaan.
Baca Juga
“Di sisi lain, tahun ini kami mulai melakukan pengadaan alat kesehatan yang direncanakan mulai Januari. Targetnya, pada Maret seluruh peralatan sudah tersedia,” ujarnya.
Setelah proses pengadaan rampung, tahapan berikutnya yakni pemasangan alat kesehatan yang membutuhkan waktu tersendiri. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, Gedung Pandurata diproyeksikan mulai beroperasi pada Mei atau Juni mendatang.
“Bangunannya sudah selesai, tapi masih ada masa perawatan untuk memastikan tidak ada bagian yang perlu diperbaiki. Sambil berjalan, pengadaan alat kesehatan kami siapkan karena memang tidak bisa instan,” jelas Jaya.
Ia menegaskan, gedung baru tersebut hanya akan difungsikan setelah seluruh peralatan kesehatan terpasang dan siap digunakan untuk pelayanan medis. Untuk memastikan kesiapan operasional, Dinkes Kaltim telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp150 miliar pada tahun 2026 yang khusus diperuntukkan bagi pengadaan alat kesehatan.
“Anggaran itu mencakup berbagai kebutuhan alat kesehatan, termasuk tempat tidur pasien,” pungkasnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id