Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Satpol PP Kalimantan Timur mulai memetakan titik-titik rawan gangguan ketertiban umum di seluruh kabupaten maupun kota.
Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Kaltim Edwin Noviansyah Rachim mengatakan pemetaan ini dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan masyarakat berlangsung aman dan tertib. Edwin menjelaskan, pemetaan dilakukan secara dinamis karena setiap tahun kondisi lapangan berubah.
“Kami akan menurunkan tim intelijen untuk menghimpun informasi terbaru. Titik rawan tidak selalu sama setiap tahun, jadi pemutakhiran data itu wajib agar langkah penanganannya tepat,” ucapnya.
Ia menegaskan, fokus utama Satpol PP Kaltim yakni menjaga keamanan masyarakat, khususnya di Kota Samarinda yang menjadi pusat aktivitas saat libur akhir tahun. Selain pengamanan kegiatan keagamaan, pengawasan ketertiban di ruang publik dan titik keramaian juga diprioritaskan.
Koordinasi lintas daerah pun diperkuat, terutama terkait pesta kembang api dan potensi kerumunan yang tidak tertib. Menurut Edwin, pola koordinasi sudah dibahas dalam rapat bersama pemerintah pusat melalui pertemuan daring, yang kemudian akan diterjemahkan ke langkah operasional di lapangan.
Baca Juga
“Kami pastikan setiap kabupaten maupun kota memahami prosedur penanganan, termasuk mitigasi jika terjadi gangguan ketertiban maupun kondisi darurat,” katanya.
Selain menjaga ketertiban umum, Satpol PP juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana. Mengingat intensitas hujan di beberapa wilayah meningkat, kesiapsiagaan personel diterapkan untuk merespons dengan cepat apabila terjadi situasi darurat.
Edwin menyebutkan, penyakit masyarakat tetap menjadi sasaran operasi, seperti peredaran minuman keras ilegal, perjudian online, serta aktivitas pelanggaran hukum lain yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial. Operasi itu direncanakan berlangsung selama tiga hari pada puncak perayaan Nataru.
Baca Juga
“Peran masyarakat sangat penting. Keamanan tak mungkin terwujud tanpa dukungan bersama,” pungkasnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Suci Surya Dewi
