Dinas Kesehatan Kaltim menggencarkan sosialisasi imunisasi HPV untuk mencegah kanker serviks. Program ini menyasar anak perempuan usia 11–15 tahun dan melibatkan lintas sektor untuk memperkuat edukasi dan dukungan di masyarakat.
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) terus menggencarkan sosialisasi program imunisasi Human Papillomavirus (HPV) sebagai bagian dari upaya mencegah kanker leher rahim (serviks). Langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari program nasional yang dicanangkan Kementerian Kesehatan.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menyebutkan bahwa kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker paling mematikan pada perempuan. “Kanker serviks kini menjadi penyebab kematian tertinggi kedua pada perempuan di Indonesia, setelah kanker payudara,” jelasnya saat kegiatan sosialisasi di Samarinda, Selasa (22/7/2025).
Berdasarkan data, Indonesia mencatat sekitar 36.964 kasus baru dan 20.708 kematian akibat kanker serviks setiap tahunnya. Artinya, setiap hari muncul sekitar 101 kasus baru dengan 57 kematian. Sebagian besar kasus ini disebabkan oleh infeksi HPV, terutama tipe 16 dan 18, yang umumnya menular melalui hubungan seksual.
“Infeksi ini banyak terjadi pada perempuan usia subur. Karena itu, pencegahan sejak dini melalui imunisasi menjadi sangat penting,” tegas Jaya.
Baca Juga
Program ini mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/Menkes/2176/2023 tentang Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim tahun 2023–2030. Salah satu target utamanya adalah memastikan 90 persen anak perempuan dan laki-laki telah mendapatkan imunisasi HPV saat berusia 15 tahun pada 2030.
Sebagai langkah awal, pemerintah pusat memulai pelaksanaan imunisasi HPV bagi anak perempuan usia 15 tahun (setara kelas 3 SMP/MTs) secara bertahap sejak 2024 di sembilan provinsi, meski Kaltim belum termasuk dalam tahap awal tersebut.
Namun di Kaltim, program imunisasi HPV telah diperkenalkan sejak 2023, dengan sasaran anak perempuan usia 11–12 tahun (kelas 5 dan 6 SD). Kini, dengan perluasan sasaran hingga usia 15 tahun, Dinkes Kaltim melakukan advokasi dan sosialisasi bersama lintas program serta lintas sektor.
Baca Juga
“Melalui pertemuan ini, kami berharap dapat memperkuat strategi dan sinergi dalam menyukseskan imunisasi HPV. Termasuk memperbarui pemahaman tentang kebijakan nasional, efektivitas vaksin, hingga perencanaan dan pelaksanaan program yang lebih terstruktur,” jelasnya. (Adv/diskominfokaltim/yed)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id
