Sekdaprov Sri: Kaltim Gunakan Teknologi untuk Proteksi Kawasan Konservasi Tinggi

Devi Nila Sari
99 Views

Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni memastikan kawasan konservasi tinggi tidak akan ditanami sawit. Untuk memastikan hal itu, pihaknya gunakan teknologi informasi, khususnya peta indikatif.

Kaltim.akurasi.id, Jakarta Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni terus menggaungkan komitmen pemerintah daerah dalam memproteksi lingkungan. Terlebih seiring dengan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

Pembangunan hijau dipastikan akan menjadi perhatian pemerintah. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, sebagai masa depan IKN, termasuk Kaltim sebagai provinsi penyangga.

Penegasan itu ia sampaikan saat menjadi keynote speaker dalam ajang Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX). Di Grand Ballroom JIEXPO Convention Centre and Theatre, Jakarta, Kamis (27/7/2023).

Sekda Sri Wahyuni menjelaskan, bahwa saat ini Kaltim sudah memanfaatkan terknologi informasi, khususnya untuk penetapan peta indikatif.

“Smart empowerment-nya, kita benar-benar memproteksi lingkungan. Bentuk proteksi digitalnya kita menggunakan peta indikatif. Peta indikatif itu kita pakai drone, kemudian dari drone kita potret peta buminya,” beber Sekda Sri Wahyuni.

Sekda Sri Pastikan Pemerintah Terus Monitor Peta Indikatif

Ia mengatakan, dari potret itu terlihat jelas lahan yang masih memiliki nilai konservasi tinggi atau menyimpan high carbon value. Titik lokasi lahan-lahan bernilai konservasi tinggi itu pun akan sangat jelas terlihat dengan teknologi digital ini.

Digitalisasi ini sangat membantu memetakan kawasan-kawasan perkebunan sawit yang harus tetap dilindungi dan tidak boleh ditanami. Tentu saja, komitmen ini sudah mendapat dukungan dari para pemilik perkebunan untuk tidak mengutak-atik lahan yang tercatat dan terdata memiliki nilai konservasi tinggi.

“Semua itu sudah dipetakan. Di Kaltim terdapat 602.000 hektare lahan dengan nilai konservasi tinggi. Lahan itu tidak akan ditanami sawit, karena memiliki nilai karbon tinggi. Itu juga sudah menjadi komitmen perusahaan,” tegas Sekda Sri Wahyuni.

Peta indikatif ini akan selalu dimonitor dengan sistem digitalisasi. Sebab lokasi lahan, luas hingga peta koordinat lahan itu semua sudah terdata dalam peta indikatif menggunakan digitalisasi dan teknologi informasi.

“Jadi semua kelihatan, ditanami atau tidak,” sambungnya.

Pemerintah Kolaborasi dengan Masyarakat dan Instansi Terkait untuk Jaga Hutan

Sekda juga mengungkapkan, selama tiga tahun terakhir ini Kaltim terbebas dari bencana kebakaran. Baik hutan maupun lahan-lahan bernilai konservasi tinggi tetap terjaga dengan baik.

“Sukses Kaltim mencegah kebakaran juga berkat peran banyak pihak termasuk masyarakat adat, kelompok masyarakat peduli api, dan lainnya,” tuturnya.

Ditambahkan, masyarakat yang biasanya merambah hutan secara liar, sekarang mereka diberikan lahan di sekitar kawasan hutan. Mereka juga diberikan bantuan bibit agar tidak merambah dan justru menjadi lebih produktif.

“Mereka punya lahan dan punya tanaman menghasilkan, maka mereka akan jaga hutan,” ujanrnya.

Masyarakat sekitar hutan pun telah dibekali pengetahuan mencegah dan menangani kebakaran lahan.

“Yang jelas, ini melibatkan sinergi yang luas. Termasuk dukungan aparat dan kebijakan presiden yang akan mencopot Kapolda jika terjadi kebakaran hutan di satu daerah. Jadi, sinerginya ini luar biasa,” tambahnya.

“Jadi, pembangunan hijau berkelanjutan di Kaltim ini, bukan hanya kontribusi untuk IKN, tetapi juga untuk dunia. Karena kita konsisten untuk terus menjaga paru-paru dunia,” tutup mantan kepala Dinas Pariwisata Kaltim itu. (adv/diskominfokaltim/sul/ky)

Penulis: Pewarta
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }