Dispora Kaltim tekankan fokus kebijakan dalam mencetak pemimpin muda. Bukan sekadar pelaksanaan kegiatan seremonial.
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Kalimantan Timur saat ini tengah dihadapkan pada tantangan serius dalam kepemimpinan pemuda. Pasalnya, meski saat ini regenerasi pemimpin muda sudah mulai berkembang, namun perbedaan arah pembangunan membuat fokus kepemudaan menjadi terpecah.
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, melihat kondisi ini sebagai penghambat tumbuhnya organisasi kepemudaan yang sehat dan berdaya saing.
Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma menegaskan, bahwa peran pemerintah saat ini sangat dibutuhkan untuk mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin baru dari kalangan muda.
Ia menyebutkan, tugas utama Dispora adalah merevitalisasi pemuda, yang menurutnya bukan hanya sekadar memperbarui, tetapi juga menghidupkan kembali semangat kepemudaan di daerah.
Baca Juga
“Tugas kami adalah merevitalisasi pemuda. Satu, memperbarui. Dua, menghidupkan. Masalahnya, sekarang ini organisasi kepemudaan bukan mati, tapi berkembang biak menjadi lima,” ujar Agus.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah kondisi internal Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kaltim, yang hingga kini masih terpecah dan memunculkan banyak versi kepengurusan.
Menurut Agus, keberhasilan suatu organisasi kepemudaan tidak diukur dari banyaknya kegiatan seremonial, melainkan dari seberapa besar organisasi tersebut mampu mencetak pemimpin-pemimpin masa depan.
Baca Juga
Ia menekankan, pentingnya wadah yang sehat dan bersatu demi regenerasi pemimpin yang berkualitas. “Keberhasilan suatu organisasi itu apabila banyak mencetak kepemimpinan di dalamnya,” tuturnya.
Dispora Kaltim berharap, mampu menghidupkan kembali semangat kolektif pemuda, mendorong kolaborasi lintas organisasi, dan membangun ekosistem kepemudaan yang berkelanjutan demi masa depan Kaltim yang lebih baik. (Adv/disporakaltim/zul)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari
