Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, geram atas kecelakaan berulang yang menimpa Jembatan Mahakam I akibat tabrakan kapal. Ia mendesak pemerintah pusat untuk mengalihkan kewenangan pengelolaan alur Sungai Mahakam ke Pemprov Kaltim agar penanganan insiden lebih cepat.
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyampaikan kekecewaannya atas insiden yang kembali menimpa Jembatan Mahakam I di Samarinda. Pada Sabtu (26/4/2025) lalu, sebuah kapal tongkang bermuatan batu bara menabrak pelindung (fender) bulat di pilar keempat jembatan akibat putusnya tali penarik.
Insiden ini bukan yang pertama. Pada Februari lalu, sebuah tongkang bermuatan kayu juga menabrak pelindung pilar ketiga jembatan. Namun hingga kejadian terbaru, belum ada langkah konkret perbaikan dari pihak terkait, yang justru memperparah kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi jembatan tersebut.
Jembatan Mahakam I yang dibangun pada 1982 dengan anggaran Rp7,2 miliar ini diketahui sudah ditabrak kapal sebanyak 23 kali. Seno Aji pun menyayangkan tidak adanya penanganan cepat atas insiden berulang tersebut.
“Jembatan ini milik nasional, begitu juga dengan alur sungainya. Tapi yang terkena dampak langsung adalah masyarakat Kaltim,” ujar politisi Partai Gerindra ini saat diwawancarai awak media, Rabu (30/4/2025).
Baca Juga
Sebagai bentuk keseriusan, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, telah melayangkan surat resmi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk meminta pelimpahan kewenangan pengelolaan alur Sungai Mahakam kepada Pemerintah Provinsi Kaltim.
Seno menambahkan, Gubernur juga telah melakukan pertemuan langsung dengan Menteri Perhubungan guna membahas permasalahan ini. Tujuannya, agar Pemprov dapat segera mengambil tindakan jika kejadian serupa kembali terjadi.
“Kalau wewenangnya ada di kita, tentu penanganannya bisa lebih cepat. Semoga surat yang kita kirimkan mendapat respons positif dari pemerintah pusat,” katanya.(Adv/diskominfokaltim/yed)
Baca Juga
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id
