Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian terus melakukan upaya peningkatan kualitas SDM bagi pelaku UMKM di Kaltim.
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian berkolaborasi dengan kementrian pariwisata ekonomi kreatif (Kemenparekraf) dalam pengembangan bisnis para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Timur terutama disektor Ekonomi Kreatif (Ekraf).
Hetifah mengatakan, ada tiga sektor penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) dari sektor Ekraf. Yakni kuliner, fashion, dan kriya. Dia bilang, sebagai wadah promosi, peran media merupakan salah satu unsur penting dalam penggerak serta mempromosikan sektor Ekraf agar lebih dikenal oleh masyarakat luas, terkhusus pada produk-produk khas daerah.
“Kami terus dorong UMKM Kaltim bersaing mengkreasikan hasil olahannya menjadi lebih menarik. Selain itu, peran media juga sangat diperlukan sebagai wadah promosi agar produk khas daerah lebih dikenal masyarakat luas,” ujar Hetifah usai membuka Bimtek Peran Subsektor Kuliner dalam Mendukung Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kaltim, di Hotel Harris Samarinda, Selasa (25/07/2023).
Hetifah mengatakan dukungan pengembangan bisnis UMKM Kaltim itu bertujuan menjadi daya tarik para wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut. Selain itu, Hetifah juga menyoroti pentingnya sektor kuliner sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi kreatif, dengan kontribusi mencapai 42 persen, di Kalimantan Timur. Selain kuliner, sektor fashion dan kriya juga berperan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Bukan hanya kuliner, Kaltim juga memiliki sektor digital yang didominasi para pemuda. Berbagai profesi seperti game developer, pembuat animasi, dan produsen film aktif berkontribusi dalam sektor itu dan berhasil menciptakan nilai ekonomi yang tinggi,” katanya.
Bisnis Kuliner Sangat Diminati
Sejalan dengan hal itu, Direktur pengembangan SDM Ekraf Kemenparekraf, Fahmi Akmal mengatakan, bisnis kuliner merupakan salah satu yang paling diminati. Pasalnya, bisnis tersebut jarang menghadapi masalah serius. “Bisnis kuliner ini sebenarnya tidak ada matinya, semua orang butuh makan, semua orang butuh kudapan. Karena memang itu dibutuhkan,” terangnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut perlu digencarkan lagi untuk menciptakan SDM yang sudah siap bersaing dalam sektor kuliner serta dapat meningkatkan ekonomi dari sektor Ekraf. Hal itu juga bertujuan untuk persiapan menyambut Ibu Kota Negara (IKN).
Kendati demikian, dia menyroti masih minimnya ketersedian kuliner yang ada disekitar IKN. Sehingga perlu gebrakan untuk menggaet para pelaku UMKM untuk diberdayakan agar dapat menciptakan kuliner-kuliner khas daerah.
“Ini kami rasa peluang bagi teman-teman yang di Samarinda sebagai kota yang duluan berkembang dan maju untuk suporting sistemnya kesana juga,” ujarnya.
Untuk itu dia berharap, pengusaha-pengusaha kuliner yang ada di Samarinda umumnya Kaltim untuk dapat mempersiapkan diri dalam menyongsong hadirnya IKN di Kaltim. “Pengembangan SDM yang kami lakukan hari ini merupakan bagian dari mendorong para pelaku kuliner yang ada di Kaltim untuk bisa lebih maju, setara dengan daerah-daerah lain,” tutupnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Fajri Sunaryo