Kaltim.akurasi.id, Tenggarong – Kegiatan olahraga kesehatan dan kebugaran di Kutai Kartanegara (Kukar) kini makin mudah diakses. Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kukar memastikan siapa pun, mulai dari anak muda hingga kelompok usia lanjut dapat bergabung dalam berbagai aktivitas olahraga tanpa perlu memenuhi persyaratan administrasi yang berbelit.
Ketua KORMI Kukar, Lukman mengatakan, masih banyak warga yang ragu untuk ikut serta karena mengira harus terdaftar secara resmi, sebelum mengikuti senam atau bergabung dengan komunitas olahraga. Kebingungan itu terutama dirasakan oleh peserta lanjut usia yang belum terbiasa dengan sistem keanggotaan komunitas.
“Banyak yang bertanya apakah harus mendaftar dulu atau cukup datang ke lokasi kegiatan. Pertanyaan seperti ini sering muncul dari para orang tua,” kata Lukman.
Ia menjelaskan, anggapan mengenai keharusan administrasi sebenarnya keliru. KORMI tidak mensyaratkan formulir khusus atau proses pendaftaran yang merepotkan.
“Kalau soal administrasi, justru itu yang sering disalahpahami. Di Kormi tidak ada syarat administrasi yang rumit,” ucapnya.
Baca Juga
Mekanisme keanggotaan KORMI berpusat pada induk organisasi olahraga (Inorga) yang menaungi setiap jenis olahraga. Warga yang ingin ikut cukup berkoordinasi dengan Inorga sesuai minat mereka. Mulai dari jantung sehat, Perwatusi, ASKI, ILGI hingga komunitas pemandu sorak.
“Silakan langsung berhubungan dengan Inorga-nya. Mereka yang mengatur aktivitas dan penerimaan peserta,” imbuhnya.
Lukman menambahkan, KORMI berperan sebagai rumah besar yang menaungi seluruh Inorga. Karena itu, kegiatan olahraga masyarakat berlangsung melalui berbagai komunitas dan kelompok latihan.
Baca Juga
Namun ia mengingatkan, tidak semua komunitas otomatis berstatus Inorga. Contohnya, lomba ces ketinting mini yang beberapa kali digelar dalam festival olahraga masyarakat.
“Kegiatan itu berada di bawah Kormi, tetapi masih berbentuk komunitas karena belum menjadi Inorga nasional,” sebutnya.
Struktur Inorga bersifat berjenjang dari pusat hingga kabupaten. Lukman menyebut, secara nasional terdapat lebih dari 90 Inorga. Dari jumlah itu, baru 58 yang terbentuk di Kalimantan Timur, sedangkan di tingkat Kabupaten Kukar baru terbentuk 32 Inorga.
Ia terus mendorong pembentukan Inorga lainnya, agar pilihan olahraga masyarakat semakin luas. Dengan bertambahnya jenis olahraga dan struktur komunitas yang lebih tertata.
“Tujuan kita sederhana yaitu olahraga masyarakat harus membudaya dan bisa diikuti semua usia. Yang penting datang, ikut, dan bergerak bersama,” tandasnya. (adv/disporakukar/cor)
Penulis: Pewarta
Editor: Devi Nila Sari
