Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menjadi salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) dengan realisasi terendah di lingkup Pemprov Kaltim sampai akhir November ini. Untuk itu, DPRD pun mendorong mereka segera memaksimalkan anggaran yang ada.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Fuad Fakhruddin meminta, OPD ini menyusun program yang tepat agar masyarakat merasakan manfaatnya, terutama mereka yang tinggal di wilayah terpencil
Dikatakannya, jika hal ini sesuai dengan visi misi Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Presiden Republik Indonesia (RI) yang memprioritaskan pendidikan dalam program kerja keduanya.
“Hal ini sejalan dengan apa yang dilakukan oleh Pemprov Kaltim melalui program GratisPol dan JosPol. Menunjukkan bahwa pendidikan menjadi prioritas yang mendapatkan perhatian besar,” tegasnya saat diwawancarai awak media di Samarinda, Rabu (26/11/2025).
Menurutnya, saat ini masih banyak kendala yang dihadapi dalam dunia pendidikan. Salah satunya adalah keberadaan SMA Negeri yang masih minim.
Baca Juga
“Sekolah yang ada sekarang jaraknya sangat jauh, sehingga masyarakat menginginkan agar pembangunan atau bantuan untuk kegiatan belajar-mengajar dapat segera direalisasikan,” sambungnya.
Kondisi ini terjadi pula di Samarinda. Pemenuhan sekolah dinilai masih kurang merata di beberapa wilayah. Hal serupa dirasakan pula oleh masyarakat Balikpapan.
Oleh karena itu, ia mendorong Disdikbud Kaltim, untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Baik itu pada program yang sudah berjalan maupun yang akan datang.
Baca Juga
“Masyarakat ingin agar anak-anak mereka mendapatkan pendidikan yang baik dan dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” pungkasnya. (Adv/dprdkaltim/yed)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari
