Kaltim.akurasi.id, Bontang – Proyek perbaikan Jalan Simpang Perdau, Tepian Langsat hingga Batu Ampar, Kutai Timur (Kutim) yang bersumber dari APBN 2026 terus dikebut menjelang arus mudik lebaran tahun ini. Meski masa kontrak berlangsung selama 365 hari kalender, sejak Januari hingga Desember 2026, pekerjaan di lapangan kini difokuskan pada penanganan titik-titik yang dinilai mendesak demi kenyamanan pengguna jalan.
General Superintendent proyek, Marthen Tabung, mengatakan progres pekerjaan saat ini telah mencapai 20 persen dan sudah memasuki wilayah Tepian Langsat. Sejumlah pekerjaan yang dilakukan antara lain penutupan lubang, pembersihan bahu jalan, serta pengaspalan sementara dan permanen.
“Untuk pengaspalan belum bisa dimaksimalkan seluruhnya karena kami tetap menjaga kelancaran arus lalu lintas menjelang Idulfitri,” ujarnya.
Selain itu, pelebaran bahu jalan atau greding juga menjadi prioritas. Progres pekerjaan pelebaran bahu jalan disebut telah mencapai 80 persen. Langkah ini dilakukan agar kondisi jalan terasa lebih luas dan nyaman saat digunakan masyarakat pada puncak arus mudik.
Dalam pelaksanaannya, aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Pihak pelaksana menerapkan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), memasang rambu-rambu peringatan, serta menutup titik rawan seperti badan jalan yang longsor dengan tanda pemberitahuan dari jarak jauh dan police line. Koordinasi juga dilakukan bersama kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat guna memastikan pengamanan lalu lintas berjalan optimal.
“Koordinasi kami dengan polisi dan Dishub juga sangat baik untuk membantu pengamanan lalu lintas saat proyek sedang berlangsung,” terangnya.

Skema buka-tutup jalan diberlakukan secara situasional untuk meminimalisir gangguan arus kendaraan. Namun, sistem tersebut hanya bersifat sementara, mengingat jalur tersebut bukan termasuk jalan dengan volume lalu lintas padat seperti di kawasan perkotaan.
“Skema buka-tutup jalan juga kami lakukan, tapi hanya disaat tertentu, karena saat ini arus lalu lintas tidak terlalu padat,” jelas Marthen.
Baca Juga
Marthen turut mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas, mengingat di beberapa titik masih terdapat lubang dan proses perbaikan yang berjalan. Ke depan, juga akan didirikan posko pengamanan arus mudik bersama instansi terkait untuk pengawasan di lapangan.
Meski target penyelesaian proyek secara keseluruhan pada Desember 2026, pihaknya menegaskan pekerjaan prioritas akan dimaksimalkan agar tujuh hari sebelum lebaran Idulfitri kondisi jalan sudah lebih layak dan aman digunakan. Setelah periode mudik usai, pekerjaan akan dilanjutkan secara lebih optimal hingga rampung sesuai jadwal.
“Selaku pelaksana di lapangan, kami komitmen untuk bekerja sesuai spek kriteria jalan, kami berusaha maksimal agar selesai tepat waktu,” tutupnya. (*)
Penulis/Editor: Suci Surya Dewi
