Target Nol Persen, Ananda Tekan Pemprov Serius Tangani Stunting Kaltim

Dewan tekan pemprov serius tangani stunting, dengan target penurunan hingga nol persen.
Devi Nila Sari
858 Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyayangkan angka prevalensi stunting yang masih berada di atas rata-rata nasional. Saat ini angka stunting Kaltim berada di kisaran 22–23 persen, sementara target nasional telah ditetapkan turun hingga 18,8 persen pada 2025 dan 14,2 persen pada 2029.

Ia meminta Pemprov Kaltim melalui dinas kesehatan, untuk lebih agresif dalam menekan angka tersebut.

“Kami mendorong agar prevalensi stunting bisa ditekan hingga nol persen demi mewujudkan generasi emas Indonesia 2045,” tuturnya.

Dikatakannya, bahwa persoalan stunting tidak berdiri sendiri. Masalah ini sangat erat dengan gizi buruk, pelayanan kesehatan dasar, serta supervisi tenaga kesehatan yang belum merata di seluruh wilayah.

- Advertisement -
Ad image

“Intervensi paling krusial berada pada seribu hari pertama kehidupan. Mulai dari kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode tersebut menentukan tumbuh kembang anak dan risiko terjadinya stunting jangka Panjang,” terangnya.

Dirinya menilai, layanan kesehatan di tingkat kelurahan dan kecamatan perlu diperkuat, mulai dari posyandu hingga puskesmas. Selain memfokuskan perhatian pada ibu hamil dan balita, Ananda menegaskan, pentingnya skrining bagi remaja putri.

Tingginya kasus anemia di kalangan remaja berpengaruh besar terhadap kualitas kehamilan di masa depan. Untuk itu, program suplemen penambah darah harus terus didorong dan diperluas.

“Kita tidak bisa bicara generasi emas 2045 kalau pada hari ini masih sibuk mengatasi stunting. Ini soal masa depan bangsa,” tegas Ananda.

Dalam pandangannya, intervensi harus dilakukan secara berlapis yaitu pemenuhan gizi ibu hamil, edukasi kesehatan reproduksi remaja, peningkatan kualitas layanan posyandu, serta pengawasan tumbuh kembang balita.

Ia menekankan, bahwa bayi yang lahir sehat idealnya memiliki panjang 48 cm dan berat minimal 2.500 gram, sehingga pemantauan pertumbuhan harus terus diperketat.

“Saya harap pemprov memperkuat sinergi lintas sektor dan mengarahkan anggaran yang lebih besar pada layanan kesehatan dasar agar penurunan stunting tidak hanya menjadi target, tetapi benar-benar tercapai di seluruh wilayah Kaltim,” tutupnya. (Adv/dprdkaltim/yed)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }