Trending

Arab Saudi Terbuka untuk Calon Haji dan Umrah Asal Indonesia, Kemenag Kaltim Tunggu Regulasi

Arab Saudi Terbuka untuk Calon Haji dan Umrah Asal Indonesia, Kemenag Kaltim Tunggu Regulasi
Pelaksanaan haji bagi calon jemaah Kaltim masih menunggu regulasi dari Kemenag pusat. (Ilustrasi)

Arab Saudi terbuka untuk calon haji dan umrah asal Indonesia, Kemenag Kaltim tunggu regulasi. Perkembangan ini terjadi seiring dengan menurunnya tren kasus Covid-19 di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Akurasi.id, Samarinda – Arab Saudi terbuka untuk calon haji dan umrah asal Indonesia. Hal ini juga memberi angin segar bagi calon haji (calhaj) asal Kaltim. Lantaran telah menginjak tahun kedua calhaj asal Indonesia gagal menjalankan ibadah di Tanah Suci Mekkah dikarenakan pandemi.

Perkembangan ini terjadi seiring dengan menurunnya tren kasus Covid-19 di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sehingga tercapailah nota kesepakatan diplomatik pelaksanaan ibadah suci di Arab Saudi yang ditandatangani pada 8 Oktober 2021 lalu. 

Menyikapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kaltim Ahmad Ridani mengatakan, pada dasarnya pihaknya menyambut baik dengan lampu hijau dari pemerintah Saudi. Hal ini menandai adanya peluang keberangkatan calhaj asal Kaltim.

Namun demikian, Ridani mengungkapkan, hingga kini Kemenag Kaltim belum mendapatkan regulasi secara resmi berkaitan pelaksanaan haji maupun umrah yang kemungkinan akan dilaksanakan tahun depan.

“Kami masih menunggu kebijakan pusat terkait hal tersebut. Nanti kalau ada informasi resmi dari Kemenag pusat tentang teknis penyelenggaraan haji tahun depan tentu akan kami sampaikan,” kata dia, Senin (18/10/2021).

Untuk itu, pihaknya meminta kepada seluruh calhaj untuk bersabar dan dapat menggunakan waktu yang ada untuk lebih mendalami segala hal yang berkaitan manasik haji.

“Insyaallah, karena pandemi Covid-19 sudah cenderung menurun, semoga ke depan semakin terkendali. Sehingga haji dan umrah dapat terlaksana sebagaimana harapan kita semua,” harapnya.

Sebelumnya, sebanyak 2586 calhaj asal Kaltim di tahun 2020 harus mengelus dada, lantaran telah menginjak tahun kedua belum dapat menginjakkan kaki ke Tanah Suci. Hal itu merupakan buntut merebaknya Covid-19 di sejumlah negara yang telah menyebabkan ribuan orang meninggal dunia.

Untuk itu, dikarenakan sebelumnya tak ada kepastian dari Kerajaan Arah Saudi terkait pelaksanaan haji dan umrah maka Pemerintah Indonesia memutuskan pembatalan keberangkatan calhaj dengan mempertimbangkan kesehatan masyarakat. (*)

Penulis: Devi Nila Sari

Editor: Rachman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button