Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur menyiapkan anggaran awal sebesar Rp45 miliar untuk mendukung program kesehatan gratis bagi warga Kota Samarinda melalui skema kepesertaan BPJS Kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Jaya Mualaimin, menyebutkan bahwa alokasi tersebut merupakan anggaran awal tahun berjalan dan masih berpotensi mengalami penambahan. Terlebih, pada tahun sebelumnya realisasi anggaran untuk jaminan kesehatan mencapai sekitar Rp198,5 miliar.
“Untuk tahun ini sudah disiapkan sekitar Rp45 miliar. Kalau nanti dalam pelaksanaannya terjadi kekurangan, bisa dilakukan penambahan melalui perubahan anggaran sesuai kebutuhan dan efektivitas program,” bebernya.
Dia menjelaskan, mekanisme pembayaran dilakukan secara rutin oleh Pemprov kepada BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Besaran realisasi anggaran setiap tahun tidak selalu sama karena bergantung pada jumlah peserta yang ditanggung pemerintah serta tingkat pemanfaatan layanan kesehatan oleh masyarakat.
Setiap tahun, Pemprov Kaltim menganggarkan dana khusus guna menjamin pembiayaan layanan kesehatan masyarakat, terutama untuk menjaga capaian Universal Health Coverage (UHC). Sejak program tersebut berjalan pada 2025, anggaran minimal yang disiapkan mencapai sekitar Rp75 miliar per tahun untuk Kota Samarinda saja.
Baca Juga
Secara keseluruhan, total anggaran yang dialokasikan pemprov di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan berkisar antara Rp400 hingga Rp450 miliar per tahun. Rinciannya, Kota Bontang menganggarkan sekitar Rp90 miliar, Balikpapan hampir Rp100 miliar, dan Samarinda sekitar Rp50 miliar.
“Anggaran tersebut digunakan untuk membayar iuran kepesertaan yang menjadi tanggungan masing-masing pemerintah daerah,” jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah pusat juga memberikan dukungan melalui skema penerima bantuan iuran (PBI) dengan total pembiayaan hampir Rp450 miliar per tahun. Selain itu, terdapat peserta dari segmen pekerja penerima upah (PPU) atau karyawan perusahaan yang iurannya dibayarkan bersama oleh perusahaan dan pekerja.
Baca Juga
“Jumlah peserta pada segmen ini mencapai sekitar 1,2 juta orang dengan total iuran diperkirakan menyentuh Rp1,2 triliun per tahun,” pungkasnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari
