Pemkot Bontang Berguru ke Jawa Timur, Tingkatkan Kualitas SDM ASN dengan Pelatihan Revolusi Mental

kaltim_akurasi
121 Views

Pemkot Bontang terus berupaya meningkatkan mutu dan kualitas SDM ASN melalui pemberian pelatihan revolusi mental. Terbaru, Pemkot Bontang secara khusus bertandang ke Pemerintah Jawa Timur untuk belajar banyak hal terkait itu.

Kaltim.akurasi.id, BontangPemkot Bontang bekerjasama dengan Puslatbang KDOD LAN menyelenggarakan kegiatan Aktualisasi Pelatihan Revolusi Mental bagi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrasi. Dengan kegiatan berfokus di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur dan Pemkot Surabaya pada 29 dan 30 Mei 2023.

Kepala Puslatbang KDOD Muhammad Aswad menyampaikan, pemilihan lokus benchmarking ini memiliki alasan kuat. Yaitu kemajuan yang telah dicapai oleh Pemrov Jawa Timur dan Pemkot Surabaya dalam strategi pembangunan manusia dan kebudayaan. Sehingga menjadi sistemik serta mengalami pembudayaan dalam perilaku sehari-hari.

“Termasuk strategi mengelola isu dan permasalahan aktual dengan solusi yang taktis dan efektif,” sebutnya.

ASN Bontang Diharapkan Bawa Inovasi dari Pelatihan Revoluasi Mental

Pemkot Bontang Berguru ke Jawa Timur, Tingkatkan Kualitas SDM ASN dengan Pelatihan Revolusi Mental
Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan Turut Memberikan Materi Kepada Pejabat Bontang. (Dok BKPSDM Bontang)

Sekretaris Daerah Kota Bontang Aji Erlynawati menyampaikan, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi ASN. Sehingga mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Melalui kemajuan cara pandang dan cara bertindak yang konkret.

“Terlebih pesertanya merupakan pimpinan di masing-masing perangkat daerah dan unit kerja. Mereka diharapkan membawa manfaat besar bagi kemajuan penyelenggaraan tugas pemerintahan. Penyelenggaraan pelatihan seperti ini merupakan investasi. Sekaligus ikhtiar membangun budaya kerja,” ujarnya.

Acara ini dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Di hadiri Wali Kota Bontang Basri Rase. Kepala Puslatbang KDOD LAN Muhammad Aswad. Kepala BPSDM Jawa Timur Aries Agung Paewai. Serta beberapa Kepala Perangkat Daerah dan Kepala Biro di Lingkungan Pemprov Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, berkenan memberikan ceramah revolusi mental Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Pria yang mengawali karir sebagai jurnalis ini memberikan paradigma terhadap pola pikir dan bertindak seorang leader. Yang harus mampu memberi arahan secara jelas dan tuntas. Termasuk mau dan mampu menjadi bagian dari roda pergerakan suatu organisasi.

“Beri informasi secara jelas, beri arahan secara jelas dan jangan pernah lagi memberi informasi dengan gambaran yang masih kabur dan bisa di tafsirkan berbeda-beda oleh orang lain. Seorang pemimpin harus berani memutuskan sesuatu yang menurut perhitungannya sebagai keputusan terbaik,” tuturnya.

Dari Pelatihan Revolusi Mental, Khofifah Ingin Pejabat Miliki Keterampilan Enabler Leader

Pemkot Bontang Berguru ke Jawa Timur, Tingkatkan Kualitas SDM ASN dengan Pelatihan Revolusi Mental
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Saat Memberikan Sambutan Kepada Pejabat Bontang. (Dok BKPSDM Bontang)

Gubernur Jawa Timur Khofifah juga menyampaikan, bahwa keterampilan Enabler Leader di butuhkan untuk menjawab tantangan global. Ia mendorong para pejabat tinggi pratama dan pejabat administrasi di lingkungan Pemkot Bontang untuk siap menjadi enable leader atau pemimpin pemungkin.

“Ini bahasa yang sangat sering saya sampaikan yaitu jadilah pemimpin pemungkin. Jangan apa-apa bilang enggak mungkin. Apa-apa bilang enggak mungkin. Maka yang harus di bangun adalah ana indadhonni ‘abdibi. Bahwa Allah itu akan memberikan sesuai dengan prasangka hambanya,” tegas Gubernur Khofifah.

Aktualisasi Revolusi Mental sendiri di maknai sebagai upaya penerapan nilai-nilai revolusi mental dalam kehidupan nyata. Dengan tujuan dan maksud untuk mengubah perilaku pribadi dan kepemimpinan  menjadi lebih baik.

Gubernur Khofifah menjelaskan, menjadi seorang pemimpin pemungkin adalah kecakapan yang di miliki seorang pemimpin. Di mana ia mampu memungkinkan hal-hal yang tidak atau belum mungkin untuk menjadi yang expert ahli. Artinya mampu menjadi bagian dari solusi bukan menjadi bagian dari persoalan.

“Jadi pada dasarnya hukum dasarnya adalah possible bukan impossible ” ucapnya.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah menjelaskan, bahwa penting untuk membangun semangat kepada setiap pemimpin bahwa bekal dari enabler leader adalah prasangka baik, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Karena Gubernur Khofifah menyebut bahwa possible thinking telah diajarkan oleh Hadits Qudsi yang diterima Nabi Muhammad langsung dari Allah SWT.

“Kata Allah, Aku akan memberikan apa yang di persangkakan hambaku, maka jangan berprasangka tidak baik, jangan berprasangka gagal, karena negative thinking seperti ini berarti sudah mendahului ikhtiar,” lanjutnya.

BPSDM Jawa Timur Bisa Jadi Cerminan Bagi Pemkot Bontang

Sementara itu, Walikota Bontang Basri Rase menyampaikan bahwa BPSDM Jatim menjadi pilihan pihaknya melakukan Aktualisasi Pelatihan Revolusi Mental bagi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Jabatan Administrasi. Karena BPSDM Jatim ini telah banyak mendapatkan prestasi terlebih setelah kepemimpinan Gubernur Khofifah.

“Ibu sungguh luar biasa. Begitu banyak penghargaan. Begitu banyak inovasi dan begitu banyak penghargaan lain yang telah Ibu dapatkan. Baik penghargaan dari Indonesia maupun dari luar negeri,” ucap Basri.

“Tentu ini juga menjadi keinginan bersama dan semangat bagi Pemerintah Kota Bontang untuk terus berbenah. Apalagi Kota Bontang juga salah satu daerah penyangga ibukota negara,” tuturnya menambahkan. (*/adv/diskominfokaltim)

Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana