Guru SMK Kaltim Kurang, Disdikbud Beri Ruang Pelaku Industri Jadi Guru Tamu

Suci Surya
144 Views

Disdikbud Kaltim memberi ruang para pelaku usaha untuk menjadi guru tamu. Sebab guru SMK Kaltim kurang, hal itu sebagai solusi mengisi kekurangan tenaga pengajar.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Guna meningkatkan komposisi guru komplet di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim memberikan ruang pelaku industri untuk menjadi guru tamu.

Kepala Bidang (Kabid) SMK Disdikbud Kaltim, Surasa menjelaskan secara umum Sumber Daya Manusia (SDM) guru SMK di Kaltim masih kurang. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam meningkatkan SDM guru SMK.

“Secara umum guru di SMK mengalami kekurangan. Kami memberikan solusi supaya sekolah bisa menjalin kerja sama dengan industri usaha,” ucapnya.

Disdikbud Kaltim berupaya untuk mengurai kekurangan tersebut dengan melibatkan pihak industri sebagai guru tamu. Di mana tugasnya mengajar di sekolah yang kekurangan guru sesuai bidangnya.

“Guru SMK sendiri terbagi menjadi dua kategori. Yaitu, guru produktif dan guru adaktif,” jelasnya.

Dia membeberkan guru produktif yakni guru yang dapat memberikan pengajaran sesuai jurusan atau bidang keahlian. Sedangkan guru adaptif merupakan guru yang memberikan pembelajaran menyesuaikan kondisi, kebutuhan dan lingkungan siswa. Sehingga terjadi penguasaan pengetahuan, sikap dan keterampilan.

SMKN 3 Samarinda Menjadi Salah Satu Sekolah yang Kekurangan Guru Komplet

Nurur yang merupakan salah satu guru di SMKN 3 Samarinda menuturkan bahwa sekolahnya masih kekurangan guru terutama di bidang tata boga. Dia menjelaskan hingga saat ini pihaknya hanya memiliki tenaga pengajar sebanyak 9 orang yang mengajar 12 kelas.

“Apa lagi dalam waktu dekat ini, kami ada 1 guru yang pensiun. Dalam tempo 6 tahun jika tidak ada regenerasi maka guru tata boga habis. Apalagi ada aturan guru purna tugas tidak boleh mengajar, itu kami agak repot,” keluhnya.

Tak hanya Kaltim, kekurangan tenaga pengajar SMK juga menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar bagi pemerintah pusat. Hal tersebut sudah menjadi rahasia umum bahwa Indonesia sendiri masih sangat kekurangan tenaga pengajar.

Berdasarkan penelansiran data dari Kemendikbudristek oleh media Akurasi.id, Kamis (8/6/2023) tercatat pada 2022 lalu ada 77.124 guru pensiun dan jumlah kekurangannya 1.167.802. Kemudian, pada 2023 ada 75.195 guru pensiun, dengan kekurangan 1.242.997 tenaga guru.

Sedangkan pada 2024, guru yang akan memasuki usia pensiun adalah 69.762 orang dan kekurangannya 1.312.759 tenaga guru. (adv/disdibudkaltim/zul/uci)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Suci Surya Dewi

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana